Cewek Negeri Jiran ini Rela Menyiksa Dua Organ Intimnya dengan Barang Haram, Alasannya Bikin Miris

Tindakan menyiksa dua organ intimnya membuat cewek asal Malaysia ini harus menyesal untuk selamanya.

Tayang:
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Mujib Anwar
ISTIMEWA dan TRIBUNJATIM.COM/MANIK PRIYO PRABOWO
Norlisa, cewek asal Malaysia penyelundup sabu-sabu yang disimpan di vagina dan anus (kiri), saat menjalani gelar perkara di Wisma Perwira Lanudal Juanda, Sidoarjo, Senin (21/8/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tindakan yang dilakukan Norlisa, perempuan kelahiran Kuala Lumpur, Malaysia ini sangat nekat.

Sindikat sabu-sabu (SS) Internasional ini memasukkan kristal putih itu ke kemaluan dan duburnya.

Ketika sidang digelar di ruang Tirta 2 PN Surabaya, hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara dibuat geli.

Pasalnya, pengakuan terdakwa Norlisa secara spontan.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Agus Hamzah SH, Norlisa mengaku nekad melakukannya karena tergiur upah sebesar Rp 15 juta.

Ia mengaku disuruh oleh seseorang bernama Samsu yang dikenal di sebuah club malam di Malaysia.

"Samsu juga warga Madura yang sudah lama tinggal di Malaysia. Barang tersebut akan diberikan ke seseorang yang bernama Satuman di Bandara Juanda," ujar Norlisa, Selasa (21/11/2017).

Untuk mengelabuhi petugas bandara dan Bea Cukai, terdakwa memasukkan barang haram itu ke kemaluan dan duburnya.

Untuk memasukkan itu, terdakwa mengaku sakit karena harus membuka lebar-lebar kedua barang berharganya.

"Waktu memasukkan ya sakit," terangnya.

Hakim Agus kemudian menanyakan lagi bagaimana cara mengeluarkan SS sebanyak 112 gram dari kemaluan dan duburnya?

"Ya mengeluarkannya dengan mengedan," sambung terdakwa.

Rupanya jawaban itu langsung disahut oleh hakim Agus. "Berarti kamu bukan cuma sekali ini melakukan ini ya," tanya hakim Agus.

Terdakwa Norlisa rupanya tak mampu menjawab dan hanya menundukkan wajahnya.

Terbongkarnya jaringan SS Internasional itu karena Norlisa saat berjalan terlihat tidak normal dan gelagat mencurigakan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved