Inilah Sosok di Balik Lahirnya Info Cegatan Tulungagung

“Waktu itu ada Info Cegatan Jogya, terus di daerah lain juga ada grup serupa. Iseng-iseng saya membuat di Tulungagung,” terang Didit.

Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
Surya/David Yohanes
Didit Wahyudi Aulia (40), pendiri Info Cegatan Tulungagung (ICT) berdiri dengan latar belakang spanduk ulang tahun ke-2 ICT. 

Tugas humas adalah menyampaikan segala permasalahan yang muncul kepada Admin. Selain itu ada 8 moderator yang bertugas menyensor postingan anggota. Dengan sistem yang dibentuk ini, apa yang diunggap di grup hanyalah informasi yang dianggap bermanfaat.

“Misalnya ada kecelakaan fotonya tidak diblur, pasti tidak diloloskan. Itu tugasnya moderator yang mengatur postingan anggota,” tegas Didit.

Suami dari Tina ini mengakui, pemilihan nama Cegatan sempat menjadi kontroversi. Sebab kata cegatan ini dikonotasikan sebagai razia polisi. ICT pun diidentikkan dengan grup yang membocorkan razia kendaraan.

Namun pelan-pelan penilaian negatif itu semakin terkikis. Bahkan ICT kini telah menjadi mitra kepolisian. Grup ini selalu dilibatkan dalam setiap kegiatan sosialisasi yang dilakukan polisi.

Dua tahun berjalan ICT kini telah berubah menjadi barometer grup di Tulungagung. Saat ini ada dua korwil di luar negeri, yaitu Hongkong dan Taiwan. Sementara Brunei tengah dalam penjajakan untuk mendirikan korwil baru.

“Kalau di Malaysia belum berani karena rawan konflik. Takutnya nanti malah menyulut sentimen warga lokal, dan terjadi permusuhan,” ucap Didit. (Surya/David Yohanes)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved