Truk Tambang Pasir Rusakkan Jalan Alternatif di Blitar, Dewan dan Bupati Kompak Mbengok
Tambang pasir dan truk membuat jalanan di wilayah ini rusak parah dan membuat semuanya ramai-ramai berteriak lantang.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Selain aktivitas truk pasir yang tinggi, masalah saluran air juga menjadi pemicu jalan rusak di jalur alternatif Blitar-Kediri di wilayah Kecamatan Nglegok dan Ponggok, Kabupaten Blitar.
Saat ini, belum ada saluran air di sepanjang jalur itu.
"Saat hujan, jalannya tergenang, lalu dilewati truk pasir yang muatannya melebihi tonase. Kondisi itu membuat jalan cepat rusak," kata Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Andi W, Rabu (22/11/2017).
Catatan komisi III dari hasil sidak jalan rusak di jalur alternatif ada tiga poin yang memicu kerusakan jalan di lokasi.
Yakni, banyaknya aktivitas truk muatan pasir di lokasi tambang pasir, sistem saluran air yang belum ada, dan pekerjaan yang tidak layak.
"Pekerjaannya tidak sesuai spesifikasi teknis. Beton jalannya kurang kuat, padahal jalannya dilewati truk muatan pasir," ujarnya.
Komisi III meminta Pemkab Blitar harus segera merencanakan pembangunan jalan di jalur itu.
Kualitas bangunan jalan harus lebih kuat. Selain itu, saat melakukan pembangunan jalan juga harus satu paket dengan pembangunan saluran air di lokasi.
"Kalau tidak ada saluran airnya percuma, jalan tetap cepat rusak. Saat hujan, kondisi jalan tergenang air," katanya.
Soal aktivitas truk muatan pasir yang melintas di jalur itu, kata Andi, Pemkab harus segera mengaturnya.
Menurutnya, di wilayah Blitar banyak aktivitas tambang pasir. Tetapi, proses perizinan tambang pasir menjadi wewenang Pemprov Jatim.
Sampai sekarang, aktivitas tambang pasir tidak memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) ke Pemkab Blitar.
Di sisi lain, Pemkab Blitar harus menanggung biaya pembangunan jalan rusak yang dilewati truk muatan pasir.
"Ini yang perlu dibahas lagi dengan instansi terkait termasuk Dinas Perhubungan. Aktivitas pertambangan ini harus segera ditindaklanjuti," jelasnya.
Bupati Blitar, Rijanto mengatakan sudah ada rencana pengaturan aktivitas tambang pasir di wilayah Kabupaten Blitar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/jalan-rusak-karena-truk-pasir_20171122_174341.jpg)