Mesin Rawan Mati Mendadak, Ini Lho 4 Bahaya Abu Vulkanik Terhadap Penerbangan
Aktivitas Gunung Bali yang keluarkan abu vulkanik berdampak pada aktifitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali.
Penulis: Pipin Tri Anjani | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pipin Tri Anjani
TRIBUNJATIM.COM - Aktivitas Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali yang keluarkan abu vulkanik berdampak pada aktifitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali.
Dilansir dari Kompas.com, secara resmi, Bandara Ngurah Rai ditutup sejak Senin (27/11/2017) pukul 07.00 Wita sampai Selasa (28/11/2017) atau selama 24 jam.
Abu tipis terlihat pada pengamatan di Bandara Ngurah Rai pukul 05.30 WITA.
Namun, ruang udara tertutup abu vulkanik sehingga otoritas penerbangan mengambil keputusan bandara ditutup.
Hal itu dilakukan untuk menjaga keselamatan penerbangan.
Seperti yang diketahui, abu vulkanik sangat berbahaya bagi penerbangan.
Dilansir dari beberapa sumber artikel, berikut bahaya yang ditimbulkan oleh abu vulkanik terhadap penerbangan.
1. Mempengaruhi jarak pandang.
Abu vulkanik yang dikeluarkan oleh Gunung Agung, Bali.
Dilansir dari TribunJogja, jarak pandang dibawah 1000 meter mengharuskan penghentian penerbangan.
Pasalnya, jarak pandang dibawah 1000 meter dapat membahayakan penerbangan.
2. Membahayakan mesin pesawat
Material abu vulkanik juga berbahaya bagi mesin.
Dilansir dari TribunJogja, debu vulkanik dapat merusak turbin dan mematikan mesin pesawat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-bali-i-nyoman_20171127_100854.jpg)