Mesin Rawan Mati Mendadak, Ini Lho 4 Bahaya Abu Vulkanik Terhadap Penerbangan

Aktivitas Gunung Bali yang keluarkan abu vulkanik berdampak pada aktifitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali.

Tayang:
Penulis: Pipin Tri Anjani | Editor: Edwin Fajerial
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Gunung Agung dilihat dari Amed tampak mengeluarkan asap abu dan putih, Senin (27/11/2017) 

Pasalnya, pesawat menggunakan sistem jet engine yang bekerja dengan cara menghisap udara untuk menjadi tenaga pendorong pesawat.

"Karakteristik debu vulkanik dapat membahayakan, karena apabila tersedot bisa merusak turbin dan mematikan engine pesawat," ujar General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama.

3. Menyebabkan licin runway

Debu vulkanik yang menempat di runway juga membahayakan penerbangan.

Pasalnya, debu vulkanik tersebut dapat menyebabkan licin landasan.

Landasan Bandara Adi Sucipto tertutup abu vulkanik Gunung Kelud penerbangan ditutup.
Landasan Bandara Adi Sucipto tertutup abu vulkanik Gunung Kelud penerbangan ditutup. ()

Terlebih lagi jika abu vulkanik terkena air.

Sehingga sebelum dibuka, runway harus dibersihkan terlebih dahulu.

4. Pesawat rawan mati

Abu vulkanik yang menyembur ke udara membahayakan pesawat yang sedang melintas.

Dilansir dari TribunBali, pesawat yang sedang melintas dan terkena semburan abu vulkani maka mesin akan mati secara tiba-tiba.

Selain itu kaca pesawat dapat mendadah pecah.

Jika kaca pesawat pecah makan berdampah jatuhnya pesawat ke bumi.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved