Jatim Terendam Banjir
Terbaru, Korban Jiwa dan Korban Hilang Akibat Banjir Longsor di Pacitan
Berdasarkan data dari BPBD Pacitan, korban jiwa akibat longsor ada empat orang, bernama Temu (57) warga Dusun Blimbing, Desa Klesem,
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, PACITAN - Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Dianita Agustinawati menuturkan, saat ini data korban akibat bencana longsor dan banjir bertambah.
Dia mengatakan, saat ini korban banjir dan longsor yang sudah meninggal dan dilaporkan hilang sebanyak 13 orang.
"Ya, itu update data yang terbaru. Jumlahnya kan bertambah," kata Dianita saat ditemui di Pos IndukBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, yang berada di Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan, Rabu (29/11/2017) sore.
Berdasarkan data dari BPBD Pacitan, korban jiwa akibat longsor ada empat orang, bernama Temu (57) warga Dusun Blimbing, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Fitri (3) Dusun Blimbing, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Darto warga Sanggrahan, Kecamatan Kebonagung.
Aman dari Sebaran Debu Vulkanik, Bandara Ngurah Rai Dibuka Sore Ini
Selain itu empat warga yang dilaporkan hilang pada saat longsor dan belum ditemukan.
Mereka adalah Katemi warga Desa Sanggrahan, Kebonagung, dan tiga warga Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung bernama Parno, Kasih dan Rozak.
Sedangkan korban jiwa akibat banjir sebanyak lima orang. Tiga diantaranya sudah ditemukan bernama Maryati warga Desa Kayen, Mujiono warga Desa Sukoharjo, Mislan warga Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan.
Seementara tiga orang yang hilang akibat banjir dan belum ditemukan bernama Eko warga Desa Sirnoboyo dan Amri warga Desa Bangunsari Kecamatan Pacitan. (Surya/Rahadian bagus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pacitan-banjir-dan-longsor_20171129_124557.jpg)