Dukung Swasembada Pangan, Daerah ini Bikin Gerakan Tiada Hari Tanpa Penen Padi
Gerakan setiap hari panen padi mulai digaungkan, untuk mendukung swasembada pangan dan ...
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Mujib Anwar
Sedangkan Kepala Balitkabi Malang Joko Susilo Utomo menyampaikan di Kabupaten Probolinggo ternyata setiap hari sudah ada panen padi sehingga sudah tidak ada klaim kepada Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
“Dengan panen padi setiap hari, maka kebutuhan pangan bisa terpenuhi,” jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala BPTP Balitbangtan Jawa Timur Chendy Tafakrisnanto. Menurutnya, tahun 2018 adalah tahun benih nasional. BPTP harus menyediakan benih di Jawa Timur dan akan mengurangi benih yang diproduksi petani.
“Kita sudah membina kelonpok tani melalui kegiatan mandiri benih. Karena jika benihnya bagus maka hasil yang ditanam juga akan bagus,” katanya.
Menurut Chendy, semua benih yang ditanam petani adalah benih unggul. Karena benih adalah penyumbang 40 persen produksi.
“Contoh inpari dan ceherang, kita cari induknya. Kendala petani susah pada benih. Kami beri stimulan benih secara ketat dan kemudian kami lakukan pendampingan. Gratis dari kami. Nanti akan dipetakan calon lokasi dan calon petani harus jelas. Tidak boleh overlap,” terangnya.
Chendy menambahkan pemanfaatan teknologi pertanian diharapkan bisa mensejahterakan petani.
“Dulu kita mengolah lahan memakai cangkul sekarang sudah memakai mesin. Pemerintah terus berupaya memberikan bantuan. Teknologi dahulu petani menggunakan pupuk tunggal, maka sekarang pupuk berimbang. Bahkan petani diharapkan menggunakan pupuk hayati,” pungkasnya. (Surya/Galih Lintartika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/panen-padi-di-probolinggo_20171219_155358.jpg)