Kenalkan Desain Produk Terbaru, Mahasiswa ITATS Gelar Pameran
Selain mengenalkan pada masyarakat juga sebagai ajang penilaian para dosen pada berbagai tugas akhir semester dan akripsi para mahasiswa.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mahasiswa Program Studi Desain Produk Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) kenalkan desain produk terbaru lewat pameran hasil tugas kuliah dan tugas akhir di Royal Plasa, Sabtu (23/12/2017).
Randhi Pwedya Rana, Ketua Pelaksana Pameran Despro Kreatif ke-9 ini mengungkapkan pameran ini menjadi wahana untuk menunjukkan karya mahasiswa ITATS mulai mata kuliah utama Desain Produk sampai Tugas Akhir.
Setidaknya ada 50 produk yang dipamerkan selama 2 hari ini.
Selain mengenalkan pada masyarakat juga sebagai ajang penilaian para dosen pada berbagai tugas akhir semester dan akripsi para mahasiswa.
"Untuk mahasiswa,ini sebagai ajang untuk mempertemukan produk yang dibuat pada masyarakat. Sehingga bisa menerima produk secara langsung, bahkan ada yang berminat membeli," ujar alumnus Despro ITATS inu di sela pameran.
Ia menjelaskan beberapa karya mata kuliah dipilih untuk dipamerkan mewakili tema workshop yang diangkat dalam pameran.
Untuk mata kuliah desain produk 1, menampilkan produk yang ergonomi.
Beberapa karya terpilih seperti topeng las full face, helm safety dan cutter gaya pop art.
"Memang tidak semua dipamerkan, karena utamanya ini untuk mahasiswa tugas akhir. Tugas kuliahnya buat pelengkap," lanjutnya.
Ia menambahkan sejumlah furniture karya mata kuliah Despro 2 juga dipamerkan. Yaitu berbagai furniture modifikasi untuk mempermudah usaha seperti meja gambar dan meja perkakas.
Sedangkan tugas mata kuliah terakhir yaitu tugas mata kuliah Despro 4 yang menggabungkan teknologi tepat guna dengan furniture.
Fahmi Asyari, mahasiswa yang ikut memamerkan tugas akhirnya mengungkapkan sedang mencari berbagai pendapat masyarakat tentang produk yang ia buat.
Dalam pameran ini ia memamerkan urban sketching kit, yang ia buat karena melihat biasaseniman dan arsitek menggambar on the spot untuk menggambar di lokasi langsung.
"Merela mengalami kendala dalam posisi dan perlengkapan yang memadai, biasanya menggambar di tanah dan berantakan," urainya.
Kembali ke Malaysia, Andik Vermansyah Pastikan Tak Balik ke Mantan Klubnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-pameran-dispora-itats-surabaya_20171223_161429.jpg)