Woow, Anggaran Pendidikan Jatim Tembus Rp 6 Triliun, Peruntukannya?

Melihat kondisi saat ini tidak ada banyak perubahan terkait anggaran. Padahal ...

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Mujib Anwar
SURYA/SULVI SOFIANA
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Pendidikan Jatim telah memperhitungkan anggaran pendidikan untuk 2018 mendatang mencapai Rp 6 triliun.

Hal ini tak lepas dari pengaturan anggaran untuk pendidikan menengah yang sudah dipegang Dindik Jatim selama satu tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman menuturkan, besaran anggaran Rp 6 triliun tidak hanya bersumber dari APBD provinsi melainkan juga dari APBN. Termasuk salah satunya anggaran untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Melihat kondisi saat ini tidak ada banyak perubahan terkait anggaran. Hampir sama dengan tahun lalu,” tutur Saiful dikonfirmasi, Jumat (29/12/2017).

Selain besaran total, alokasi untuk sejumlah belanja anggaran juga tidak mengalami perubahan. Semisal bantuan sarana prasarana yang tahun ini dialokasikan sekitar Rp 300 miliar.

“Tahun depan juga sekitar Rp 300 miliar,” tuturnya.

Number One Semua, Pemprov Jawa Timur Raih Dana Rakca Award Gold dari Presiden

Jadi Gubernur Terbaik se-Indonesia, Pakde Karwo Raih Leadership Award dari Mendagri

Selain itu Dindik juga memiliki sasaran prioritas di wilayah Madura, yang akan dialokasikan 15 persen dari total anggaran pendidikan Jatim yang bersumber dari APBD provinsi.

Anggaran yang dialokasikan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan sarana prasarana pendidikan, peralatan praktik, SMA double track dan peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan.

“Kami juga akan mengajak tokoh masyarakat agar ikut terlibat untuk mendorong angka partisipasi pendidikan menengah,” lanjut Saiful.

Kondisi pendidikan di wilayah tersebut, lanjut dia, memang cukup memprihatinkan. Kesadaran masyarakat untuk melanjutkan ke jenjang SMA/SMK juga masih rendah.

Gara-gara Bedak, Siswi Cantik SMA ini Dicincang Hingga Meregang Nyawa, Tubuhnya Dibuang di Hutan

Berdasar Neraca Pendidikan Daerah (NPD) Kemendikbud, Angka Partisipasi Murni (APM) pendidikan menengah di Kabupaten Bangkalan baru 44,3 persen.

Sementara di Sampang, APM pendidikan menengah sebesar 35,9 persen. Di Kabupaten Pamekasan, APK pendidikan menengah 56 persen dan Kabupaten Sumenep 59,6 persen.

Sementara terkait indeks pembangunan manusia, keempat daerah tersebut masuk dalam klasifikasi terendah se Jatim.

Dengan besarnya anggaran yang akan dialokasikan ke wilayah Madura. Saiful menegaskan program-program yang berjalan harus benar-benar dikawal.

Didatangi 3 Orang, Gadis Manis di Madura ini Langsung Menghilang dari Rumah Hanya Pakai Baju Tidur

Kondisi sekolah yang mendapat bantuan harus benar-benar dicek secara faktual baik kondisi sekolah maupun komitmen kelembagaannya.

“Kami tidak mau asal-asalan. Dan sejak dulu memang sudah seperti itu. Tapi kali ini saya sendiri yang harus mengendalikan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Jatim Hartoyo menuturkan, total anggaran pendidikan melalui APBD murni tahun depan ialah Rp 3,9 triliun.

Ada kenaikan tipis dari tahun anggaran 2017. Kendati demikian, beban anggaran pendidikan Jatim juga cukup besar.

Jembatan Untuk Selfie yang Instragamable Kini Ada di Sidoarjo Lho, Disini Tempatnya

Sebab, provinsi juga harus mengeluarkan biaya gaji guru PNS sekaligus subsidi gaji Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

“Kami berharap anggaran ini dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru SMA/SMK dan PKLK di Jatim,” tutur Hartoyo.

Masalah guru lanjut dia, merupakan hal serius yang sedang dihadapi pemerintah.

Sebab, di daerah maupun di kota, jumlah guru PNS tengah mengalami kekurangan. Karena itu, peran GTT menjadi cukup vital di sekolah negeri. (Surya/Sulvi Sofiana)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved