Sindikat SS Antar Negara Dibongkar, BNNP Tembak Mati 2 Operator Sabu-sabu

Penembakan yang dilakukan petugas BNNP Jatim terhadap kedua tersangka bak film action dilayar kaca.

Tayang:
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Yoni Iskandar
Istimewa
Warga Mengerumuni Mobil Honda CRV yang Ringsek usai Aksi Kejar-kejaran BNN Jatim dengan Bandar Narkoba, Kamis (5/1/2018) 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua operator narkotika jenis sabu-sabu (SS) yang diduga jaringan Malaysia – Indonesia (Madura) ditembak mati anggota Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jatim, Sabtu (6/1/2017) dini hari.

Dari tangan kedua tersangka petugas menemukan 7 kg sabu-sabu yang dikemas dalam kotak susu.

Kedua tersangka yang jenazahnya masih di kamar mayat RS Bhayangkara Polda Jatim adalah Ibrohim, 24, warga Nepa, Banyuates, Kabupaten Sampang dan Hamid, 35, warga Sumber Kenanga, Ketapang, Kabupaten Sampang.

Kedua tersangka tewas akibat tertembus beberapa peluru tajam yang diarahkan petugas dari luar mobil Honda CRV hitam M 806 HA yang dikendarai kedua tersangka.

Penembakan yang dilakukan petugas BNNP Jatim terhadap kedua tersangka bak film action dilayar kaca.

Tim yang dipimpin langsung Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra mulai dari penyanggongan di lahan parker Dermaga Jamrud, Tanjung Perak hingga penyergapan serta aksi kejar-kejaran di jalan raya.

Tersangka Ibrohim saat itu diketahui petugas habis mengambil SS seberat 7 kg di Dermaga Jamrud, Tanjung Perak dari salah seorang kurir yang baru turun dari kapal jurusan Banjarmasin – Surabaya.

Di area parkir itu sudah menunggu dua unit mobil milik jaringan ini yakni Toyota Avanza dan Honda CRV.

Begiu Ibrohim akan ditangkap petugas, tersangka lari ke mobil CRV yang dikemudikan Hamid siap membawa ke Sampang.

Seorang petugais yang menghadang tersanga justru tancap gas dan petugas tertabrak hingga terpental sekitar 10 meter, hingga anggota itu tidak bisa berdiri. Kini masih dalam perawata di rumah sakit.

Tak pelak, beberapa petugas yang ada di belakang dan samping mobil tersangka langsung mengarahkan tembakan ke arah mobil.

“Mobil tak mau berhenti dan kabur keluar dari parkir menuju ke Jalan Raya Perak Timur,” tutur Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra, Sabtu (56/1).

Begitu targetnya kabur, puluhan petugas BNNP langsung mengejar. Mobil itu belok ke arah Jalan Jakarta – Sidotopo - Jalan Kenjeran.

Selama kejar-kejaran petugas berusaha memotong laju kendaraan tapi tak diberi ruang tersangka.

Sesampai di Jalan Kedung Cowek, Hamid yang bertindak sebagai sopir mengarahkan mobilnya ke Jalan Pacar Kembng V.

Jalan tersebut cukup sempit, tapi tersangka brusaha memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Salah seorang warga yang ada di sekitar terserempet hingga mobil itu terhenti.

Petugas langsung turun dan mendekat ke arah mobil dan langsung menodongkan senjata ke arah tubuh Hamid.

Setelah menyerah, Ibrohim yang duduk di samping sopir ternyata terkena tembak di atas dada saat kejar-kejaran.

Azwar Anas : Saya Percaya Ada Nur Keadilan Yang Akan Menerangi

Selama kejar-kejaran itu, petugas beberapa kali mengarahkan tembakan, hngga kaca samping kiri dan kanan pecah.

Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra, menjelaskan di jok mobil tersangka, petugas menemukan 7 bungkus SS yang dikemas kantong susu. Barang senilai Rp 7 miliar dengan asumsi Rp 1 juta/gram kini disita penyidik.

“Barang itu dari Malaysia dikirim dari Banjarmasin melalui kurir lewat kapal dan ketemuan di Tanjung Perak,” ungkapya.

Dalam kasus ini, penyidik BNNP juga menangkap kaki tangannya yakni Ahmad Zeni, 30, warga Taman Ketapang, Sampang, Abdul Rahman, 47, warga Masiang Ketapang, Sampang dan Moh Nasan, 35, warga Ketapang, Kecamatan Ketapang, Sampang.

“Anggota sudah ada yang berangkat ke Banjarmasin untuk menangkap penyuplainya. Kami juga mendalami Bandar gede (Bede) yang ada di Sampang,” tandasnya. (Mif)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved