Warga Kauman Tulungaggung Bongkar 'Blokade' Yang Menutup Akses ke Permukiman
Minggu (14/1/2018) pagi warga beramai-ramai menghancurkan beton pondasi dengan cara manual.
Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Warga Dusun Jetakan, Desa/Kecamatan Kauman akhirnya membongkar paksa pondasi yang melintang di tengah jalan akses masuk ke permukiman mereka.
Minggu (14/1/2018) pagi warga beramai-ramai menghancurkan beton pondasi dengan cara manual.
Sebagian menggunakan palu godam, yang lain menggunakan linggis.
Sementara besi-besi kerangka diputus menggunakan gerinda tangan.
Belasan warga juga membuang tanah uruk yang dipakai menutup pondasi.
Pembongkaran ini mendapat pengawasan dari Kepala Desa, Pihak Kecamatan Kauman, Koramil dan Polsek Kauman.
"Sudah lima bulan akses jalan ini ditutup pondasi ini dalam posisi melintang. Hari ini kami membersihkan akses jalan yang terganggu," ujar Ketua RW 2 Dusun Jetakan, Suwoto.
Konflik ini bermula saat Aryanto, seorang kontraktor membangun lorong dengan posisi melintang di jalan.
Lorong itu rencananya untuk akses rumah menuju masjid.
Pondasi dibuat setinggi 60 sentimeter, dan menutup akses warga.
Berulang kali gagal melakukan mediasi, warga akhirnya melakukan pembongkaran.
"Pak Aryanto baru sekali bertemu dengan warga, setelah itu tidak mau lagi berdialog," ucap Suwoto.
Selama lima bulan ditutup pondasi buatan Aryanto, warga mengalami berbagai kesulitan.
Misalnya ada mobil warga yang tidak bisa keluar selama lima bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-blitar-warga-kauman-blitar-bongkar-pondasi_20180114_113006.jpg)