Pilkada Tulungaggung
Unggahan Kebencian di Medsos Bermunculan, Polres Tulungagung Ingatkan Masyarakat
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat mengingatkan, postingan bernunsa SARA menjadi perhatian penegak hukum.
Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM,TULUNGAGUNG - Serangan bernuansa Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) sudah mulai ditemukan menjelang Pilkada Kabupaten Tulungagung.
Postingan di media sosial (medsos) mulai menyudutkan salah satu bakal calon yang sudah mendaftar.
Postingan itu antara lain menyatakan, calon tertentu tidak pernah menunaikan ibadah salat Jumat. Sementara calon lainnya salat Jumat, bahkan menjadi penceramah.
Postingan itu pada ujungnya mengarahkan, agar umat Islam memilih calon yang melaksanakan salat Jumat.
Ada pula unggahan yang menyatakan, Pilkada hanyalah ajang bagi-bagi uang. Bahkan si pengunggah menyatakan, jika saja nabi maju dalam ajang pemilihan kepala desa, pasti tidak terpilih jika hanya mengandalkan sidiq, tabliq, amanah dan fatonah.
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat mengingatkan, postingan bernunsa SARA menjadi perhatian penegak hukum.
Karena itu pihaknya berharap masyarakat bijak dalam mengunggah komentar di media sosial.
“Ada konsekuensi hukum jika menyebar isu bernuansa SARA, atau menyerang pribadi tertentu. Makanya harus bijak di media sosial,” ucap Mustijat.
Lanjutnya, saat ini tim siber dari Polda Jawa Timur terus melakukan patroli di dunia maya. Sasaran utamanya adalah segala unggahan yang menebar kebencian dan bernuansa SARA. Sementara di Polres Tulungagung menyelaraskan dengan langkah di Polda.
Baca: Gandeng Via Vallen Bikin Video “Kabeh Sedulur Kabeh Makmur”, Gus Ipul: Suaranya Pas dengan Lagu
“Kalau kami ditingkat Polres, kami akan merespon jika sudah ada laporan. Kami masih menunggu peran aktif masyarakat,” tambah Mustijat.
Karena itu, jika ada masyarakat yang merasa dirugikan dengan postingan bernuansa SARA atau ujaran kebencian, diharapkan melapor ke polisi. Jika yang dirugikan adalah bakal calon yang akan maju dalam Pilkada, diharapkan tim sukses yang melapor. Nantinya polisi akan merespon sesuai dengan ketentuan Undang-undang Infomasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
“Sejauh ini memang belum ada laporan. Harapannya semua warga Tulungagung sudah bijak, sehingga tidak ada yang harus menjalani proses hukum karena uanggahan di media sosial,” tegasnya.
Bakal calon yang mulai diserang dengan nuansa SARA adalah Syahri Mulyo. Calon petahana ini belum memberikan reaksi terkait unggahan yang mengerang pribadinya. Namun wakilnya, Maryoto Birowo mengatakan, belum berniat membawa ke ranah hukum.
Baca: Beredar Foto Bule Diusir Saat Duduk di Taman, Satpol PP Bantah Lokasi di Surabaya