Sidak ke Gudang Bulog, Komisi VI DPR RI Temukan Beras Aneh dan Agak Kehitaman

"Kami juga sudah cek langsung ke Pasar Genteng Surabaya dan ambil sample beras Bulog dari sana. Ketika dicek di gudang, ternyata sama"

Tayang:
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Mujib Anwar
SURYA/IRWAN SYAIRWAN
Anggota Komisi VI DPR RI melakukan kunker spesifik ke Gudang Bulog Subdivre Surabaya Utara di Buduran, Kamis (25/1/2018). 

Hasil kunker ini akan dijadikan patokan untuk memutuskan izin impor tersebut, meski saat ini sudah masuk sekitar 250.000 ton.

"Akan kami rapatkan untik diputuskan perlu atau tidaknya impor lagi. Namun untuk Jatim sendiri, kami lihat tidak butuh pasokan beras impor ini," ujarnya.

Demi Laptop Bermerek Milik Mahasiswa, Pria ini Pura-pura Cari Kamar Kos

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Imam Subowo, menyatakan Bulog menyerap sekitar 2,7 ton gabah petani tiap tahunnya. Gabah-gabah itu dari berbagai jenis kualitas, termasuk kualitas rendah.

"Jadinya berasnya tidak putih bersih," imbuh Imam.

Ke depan, lanjutnya, Bulog akan murni berbisnis beras karena tak lagi menyediakan beras rastra. Hal ini untuk menjaga harga pasar.

Pihaknya akan memyerap gabah-gabah petani yang punya potensi komersial berdasarkan standardisasi yang ditetapkan. Dicontohkan, kandungan airnya tidak lebih dari 14 persen.

Namun, pihaknya masih memiliki kendala di harga pembelian pemerintah (HPP) beras yang masih Rp 3.700. HPP ideal untuk membeli gabah petani kualitas bagus sekitar Rp 4.200.

"Perubahan HPP harus dari pemerintah langsung," ucapnya.

Pasukan Elit Paling Kejam itu Bernama Kempetai, Gemar Siksa dan Bunuh Orang Tanpa Alasan Jelas

Terkait beras impor yang sudah masuk, Imam menyatakan beras tersebuy tidak didistribusikan melainkan dijadikan stok Bulog.

Kalaupun didistribusikan, Jatim tidak akan mendapatkan jatah beras impor tersebut karena saat ini Bulog Jatim memilikincadangan 132.000 ton.

"Apalagi Jatim sudah memasuki masa panen. Jadi kalaupun beras impor itunada di Jatim, hanya sekedar transit untuk didistribusikan ke daerah lain. Namun saat ini beras impor itunmasih ada di gudang kami," tegasnya. (Surya/Irwan Syairwan)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved