Pria di Babat Lamongan Ini Ternyata Terima Pesanan Puluhan KTP Palsu, Lalu. . .

mencetak foto yang dibuka di rumahnya, Totok Murbantoko (47) warga jalan Sumowiharjo 116 RT 04 RW 09 Babat Kecamatan Babat, Lamongan,

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
Hanif Manshuri
Totok Murbantoko dengan barang bukti, termasuk mesin cetak yang berhasil diamankan polisi, Rabu (31/1/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Berawal dari pekerjaan dan pengalamannya mencetak foto yang dibuka di rumahnya, Totok Murbantoko (47) warga jalan Sumowiharjo 116 RT 04 RW 09 Babat Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur nekat mengembangkan usahanya untuk melayani pembuatan dokumen kependudukan palsu.

Ulah Totok terungkap berawal dari petunjuk adanya salah satu jasa penyandang dana yang menjadi korban debitur yang jejaknya ditemukan tidak sesuai dengan alamat pada KTP.

Ternyata KTP debitur itu palsu. Dan dari pengembangan penyelidikan, mengerucut pada jasa percetakan foto milik Totok yang ada di Sumawiharjo Sawo Babat.

Benar, di rumah tersangka ditemukan seperangkat alat percetakan yang dipakai membuat dokumen kependudukan palsu.

Baca: RS Siti Khodijah Dilaporkan ke Polisi, Pengacara RS: Mending seperti Itu

Namun, Totok spesialis membuat KTP palsu yang banyak dipakai pemohon untuk mengajukan kredit sepeda motor.

"Yang pesan baru itu, belum banyak," kata Totok saat ditunjukkan kepada wartawan, Rabu (31/1/2018).

Pengakuan Totok, menurut Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung adalah pengakuan uang dibuat-buat. Sebab dari data CPU atau komputer itu KTP palsu itu cukup banyak.

Namun, tersangka tetap bertahan dengan pengakuannya, bahwa ia baru memenuhi satu pemesanan KTP palsu.

Keahlian tersangka mencetak foto dimanfaatkan untuk memalsukan KTP sesuai permintaan pemesan.

Baca: Kenalan dengan Anak Punk dan Dibawa Jalan-jalan, Gadis 12 Tahun Ini Malah Diperkosa 2 Cowok

Praktik pembuatan KTP palsu itu diawali dengan menscener KTP asli kemudian dilanjutkan proses editing dengan menggunakan program photoshop dan corel yang ada pada perangkat komputer pelaku.

Kemudian dicetak dengan printer dan finishing dengan laminating dan pemotongan dengan alat pemotong manual.

Meski banyak barang bukti yang diamankan, tersangka masih tetap tidak mengakui kalau kerja sampingan itu dilakukan sejak lama dengan pemesanan yang cukup lumayan banyak.

"Makanya ini kita kembangkan terus pemeriksaannya," kata Hutagalung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved