Kampung e-Learning Banyuwangi, Berikan Akses Bimbel Gratis di Desa-Desa
Kuota PNS guru juga terbatas. Di daerah yang memiliki wilayah luas seperti Banyuwangi, ketersediaan guru yang berkualitas
Penulis: Haorrahman | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Ketersediaan dan kualitas guru masih sering menjadi permasalahan bagi pendidikan di Indonesia. Terutama di desa, yang sering kekurangan tenaga guru.
Guru terbatas. Kuota PNS guru juga terbatas. Di daerah yang memiliki wilayah luas seperti Banyuwangi, ketersediaan guru yang berkualitas untuk pemerataan kualitas pendidikan, menjadi permasalahan tersendiri.
Untuk itu, Pemkab Banyuwangi meluncurkan Kampung e-Learning berkolaborasi dengan perusahaan teknologi pendidikan, Ruangguru, untuk mendorong pemerataan pendidikan berkualitas hingga ke desa.
"Ruangguru ini sudah tiga kali diundang oleh Presiden Jokowi untuk presentasi program di sidang kabinet. Jadi kualitasnya sudah terpercaya," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, setelah penandatangan kesepakatan kolaborasi bersama CEO Ruangguru Belva Syah Devara di Balai Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Senin (12/2/2017).
Apalagi pembelajaran berbasis digital ini memungkinkan dilakukan seiring keberadaan program ”Smart Kampung”, yang memacu masuknya teknologi informasi di desa-desa di Banyuwangi.
Baca: Geram dan Tak Terima Putrinya Didoakan Jelek, Denada Laporkan Netizen Ini dan Gandeng Pengacara
Abdullah Azwar Anas, mengatakan, kolaborasi ini membuka akses seluas mungkin bagi pelajar desa untuk mendapatkan berbagai pembelajaran berbasis digital secara gratis.
”Selama ini yang bisa dapat les tambahan atau bimbel (bimbingan belajar) hanya pelajar dari keluarga mampu di pusat kota. Dengan program ini, pelajar dari keluarga kurang mampu di desa pun bisa mendapatkan bimbel berkualitas dengan metode belajar yang standart," jelas Abdullah Azwar Anas,.
Program ini dilaksanakan di 24 desa di 24 kecamatan dari 25 kecamatan yang ada di Banyuwangi. Kecamatan yang tidak termasuk dalam program ini adalah kecamatan kota, dengan pertimbangan telah lebih maju dibanding lainnya.
Baca: Pakai Guide Ketuk Pintu Rumah, Komplotan ini Obok-obok Rumah Warga di Blitar dan Tulungagung
Dalam beberapa bulan ke depan akan dievaluasi untuk diimplementasikan di desa-desa lainnya dengan sejumlah penyempurnaan.
”Sebagai kerangka dari Smart Kampung Banyuwangi, program ini disebut Kampung e-Learning. Jadi nanti pelajar-pelajar di desa bisa belajar lewat sistem ini. Yang tidak punya smartphone belajarnya di balai desa. Sudah disiapkan pula agenda belajar bareng di balai desa dengan sistem ini,” papar Anas.
Bimbel digelar di balai desa, berbasis online, sangat membantu para pelajar desa yang tak harus ke pusat kota untuk dapat bimbel.
Anas menambahkan, program ini digenjot di desa sebagai bagian untuk menyukseskan Nawacita Presiden Jokowi, terkait komitmen membangun bangsa dari pinggiran.
Langkah ini juga dilakukan sebagai wujud komitmen mewujudkan pemerintahan kolaboratif, di mana sejumlah inovasi sosial telah dirangkul Pemkab Banyuwangi guna menyelesaikan problem masyarakat.
”Sebelumnya kami berkolaborasi dengan Gojek mengantar obat ke warga miskin. Lalu ada Ruangguru ini, dan ke depan kita siapkan beberapa model kolaborasi untuk memudahkan UMKM,” ujarnya.
CEO Ruangguru Belva Syah Devara mengatakan, kolaborasi dengan Banyuwangi menjadi pengalaman baru bagi Ruangguru. Dia mengapresiasi komitmen Banyuwangi yang berupaya meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak desa melalui instrumen berbasis teknologi.
”Saya kira ini luar biasa, ini kerja sama pertama kami dengan pemerintah daerah. Kami sangat gembira, dan ini selaras dengan visi Ruangguru yang ingin membantu memeratakan kualitas pendidikan di Tanah Air,” papar Belva.
Ruangguru sebelumnya juga diminta Presiden Joko Widodo untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan nasional. (Haorrahman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-banyuwnagi-bupati-banyuwangi-anas-dan-murid-sekolah_20180212_163056.jpg)