Pemkot Mojokerto Komitmen Bersama Ciptakan Kota Layak Anak

Pemkot menyatakan komitmennya untuk memenuhi hak dan perlindungan anak untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Kota Layak Anak

Penulis: Rorry Nurmawati | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Rorry Nurmawati
Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus ,membuka dan penandatanganan kesepakatan sebagai bentuk komitmen bersama dari pemerintah Kota Mojokerto. 

 TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Pemerintah Kota (Pemkot) menyatakan komitmennya untuk memenuhi hak dan perlindungan anak untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Kota Layak Anak.

Bentuk komitmen ini diawali dengan perumusan kebijakan pengambil keputusan dalam mengimplementasikan strategi Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) di Kota Mojokerto 2018.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Moch Imron menjelaskan, komitmen tersebut dibentuk bersama para organisasi perangkat daerah (OPD).

Ini tidak lain untuk membentuk pemahaman dan langkah dalam melaksanakan program pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kota Mojokerto secara sinergis.

"Kami harap, semua OPD dapat membangun komitmen bersama dalam pelaksanaan program pemenuhan hak perlindungan anak dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Selain itu juga perlindungan bagi perempuan dan anak korban kekerasan serta anak yang berkonflik dengan hukum," kata Imron, Senin (26/2/2018).

Baca: Temukan 30 Kasus Kampanye Hitam, Tim Pemenangan Khofifah-Emil akan Lapor ke Bawaslu

Kegiatan ini, dibuka oleh Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus dan dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan sebagai bentuk komitmen bersama dari pemerintah Kota Mojokerto.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Mas’ud Yunus mengatakan pentingnya dalam mengatasi masalah anak.

Karena lanjut Mas'ud, anak adalah masa depan bangsa dan Negara. Sehingga masalah yang terkait dengan hak anak menjadi tanggung jawab semua institusi.

“Bicara bagaimana perlindungan anak, bagaimana hak-hak anak tidak bisa diserahkan hanya pada satu institusi. Hampir semua institusi dan OPD yang ada di Kota Mojokerto pasti akan terlibat dengan hak anak,” jelasnya.

Baca: Ternyata, Pelaku Penculikan Anak di Blitar ini Juga Mencabuli Korbannya di Hutan

Mas'ud menilai, untuk kota kecil seperti Kota Mojokerto yang sangat minim sumber daya alam, harus meningkatkan kualitas daerahnya dengan mengolah sumber daya manusia yang dimiliki dan salah satu SDM adalah anak.

Dengan adanya sumber daya manusia yang baik akan lebih mudah untuk menciptakan Kota Mojokerto Service City. (Surya/Rorry Nurmawati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved