Begini Ramalan Stephen Hawking Soal Teknologi Kecerdasan Buatan Sebelum Meninggal

Stephen Hawking meninggal dunia diusia 76 tahun, Rabu (14/3/2018). Stephen meninggal di kediamannya di Cambridge, Inggris.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Edwin Fajerial
Stephen Hawking 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ani Susanti

TRIBUNJATIM.COM - Stephen Hawking meninggal dunia diusia 76 tahun, Rabu (14/3/2018).

Stephen meninggal di kediamannya di Cambridge, Inggris.

Ahli teori fisika asal Inggris ini sempat merayakan ulang tahunnya pada 8 Januari 2018 lalu.

Stephen meninggal dunia setelah berjuang melawat penyakit bernama Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) yang menyerang sel saraf.

Namun ditengah keterbatasan kondisinya itu, Stephen sempat melahirkan buku berjudul "A Brief History of Time" tahun 1988.

Semasa hidupnya, fisikawan terbaik ini juga mengikuti perkembangan teknologi.

Stephen Hawking
Stephen Hawking ()

Sebelum meninggal dunia, Stephen sempat meramal beberapa teknologi dan peradaban dunia di masa depan.

Termasuk teknologi kecerdasan buatan atau umum disebut AI (Artificial Intelligence) yang sedang marak muncul di beberapa teknologi mutahkhir satu dekade belakang.

Dilansir dari Kompas.com, pada tahun 2017, Stephen Hawking terbilang aktif dalam menyoroti robot dan AI.

Ia meyakini, akan tiba waktu di mana AI akan sepenuhnya menjadi "makhluk" yang mengungguli bahkan menggantikan manusia.

"Saya khawatir jika AI akan menggantikan umat manusia. Jika manusia membuat virus komputer, seseorang akan merancang AI untuk memperbaiki dan mereplikasi dirinya", terang Stephen Hawking seperti dilaporkan Newseek dan dihimpun KompasTekno, Rabu (14/3/2018).

Dalam konferensi Web Summit Technology yang diadakan di Lisbon, Portugal pada 2017 lalu, Hawking tak menampik jika AI memiliki potensi untuk membantu mencegah kerusakan yang terjadi pada alam atau memberantas kemiskinan dan penyakit dalam setiap aspek masyarakat yang berubah.

kecerdasan buatan
kecerdasan buatan ()

Namun Stephen Hawking sendiri menyadari jika masa depan tidak dapat dipastikan arahnya.

"Keberhasilan menciptakan teknologi AI yang efektif, bisa jadi sebuah pencapaian besar dalam sejarah peradaban kita. Atau bahkan terburuk. Kita tak tau pasti. Jadi kita tak tau apakah nantinya AI akan membantu kita atau justru menolaknya, dan mengesampingkannya atau menghancurkannya", imbuh Stephen Hawking.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved