Awas, Sayuran Segar Diawetkan Semen Putih Marak Dijual di Pasaran
Masyarakat yang hendak belanja sayuran harus hati-hati dan waspada dengan maraknya dijual sayur yang diawetkan semen putih.
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Kalau hendak mengkonsumsi sayuran, sebaiknya dicuci sampai bersih. Tidak terkecuali sayuran kol atau kobis.
Karena pedagang sayuran sekarang ini memakai cara seenaknya yang sangat membahayakan kesehatan untuk mempertahankan kesegaran dagangannya, yakni melumuri sayuran itu dengan semen putih untuk pengawet.
Sayuran sayuran yang dilumuri semen putih itu banyak dilihat di Pasar Sayur Magetan, terutama sayuran kol yang didatangkan pedagang Magetan dari Malang.
Umumnya pedagang Pasar Sayur tidak menutupi, kalau bahan pengawet yang dilumurkan ke sayuran itu semen putih, biasa digunakan untuk membangun rumah itu.
Mau Balik Kerja ke Surabaya, Tubuh Pasutri Diseruduk Fortuner, Diseret dan Dihantamkan ke Pohon
Cabuli Calon Murid, Kepala SMK di Lamongan Divonis 10 Tahun Penjara, Aneh Siswa Malah Membela
Pemberian semen putih sebagai bahan pengawet sayuran ini sepertinya sudah berlangsung lama dan ibu rumah tangga sudah banyak yang mengetahui.
Tapi mereka umumnya pasrah dan menghidari jenis sayuran ini dengan tidak mengkonsumsinya.
"Kalau saya, beli sayuran kobis untuk warung saya. Tapi saya mengupas dulu bagian luar kobis yang dilumuri semen putih, baru dicuci sampai bersih," ujar Ny Anik Ida Purwanti pemilik kafe Ayam Rempah Mlangi, kepada Surya, Senin (19/3/2018).
Awalnya, kata Ny Anik, bubuk putih yang melumuri sayuran kobis itu dianggapnya kapur, yang tidak membahayakan. Tapi setelah dicermati betul ternyata menggumpal, sehingga membuatnya mulai curiga.
"Saya tanya ke pedagang kobis, apa bubuk putih yang dilumurkan ke kobis sebagai bahan pengawet sayuran agar tidak cepat layu, ternyata dijawab semen putih. Saya sangat kaget sekali," tegasnya.
Hutang Material Bangunan, Anggota DPRD Magetan Dilaporkan Badan Kehormatan
Dengan Mudah Tipu Calon CPNS di Banguwangi, Jaringan Eko Setyo Keruk Uang Miliaran
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Heroe Widhiatmoko yang dikonfirmasi, mengaku akan berkoodinasi dengan dinas terkait, karena penggunaan semen putih untuk pengawet belum diketahui sebelumnya.
"Secepatnya kami akan koordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Kemungkinan itu rekomendasi dari Dinas Pertanian sebagai tehnologi tepat guna," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/sayuran-diawetkan-semen-putih_20180319_190648.jpg)