Kota Kediri dan ‘Cerita Panji’ yang Menjadi Warisan Budaya Dunia
Kisah-kisah masa lalu dapat menjadi sumber informasi, selain mengandung nilai sejarah, dan pesan moral.
TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Kisah-kisah masa lalu dapat menjadi sumber informasi, selain mengandung nilai sejarah, dan pesan moral.
Apalagi Indonesia secara geografis luas, yang menyebabkan budaya masyarakatnya sangat beragam.
Salah satu kisah masa lalu itu, adalah ‘Cerita Panji’ yang cukup mendapat perhatian para ahli.
“Namun sayangnya, cerita Panji ini banyak dilupakan,” ujar Wardiman Djojonegoro, kepada Wartawan, usai menyaksikan Pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Kota Kediri Jawa Timur, di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (18/03/2018).
Organisasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO), secara resmi mencantumkan ‘Cerita Panji’ adalah salah satu rangkaian cerita tentang karakter kesatria Raden Panji Asmorobangun yang berlatar di Jawa Timur, resmi sebagai ‘ingatan dunia’ atau disebut ‘Memory of the World’ (MoW).
Usulan penetapan ‘Cerita Panji’ sebagai MoW UNESCO tersebut sudah dilakukan sejak 2016.
Acara apresiasi budaya yang rutin digelar setiap minggu oleh Badan Penghubung Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini, menampilkan drama tari bertajuk, ‘Labuh Tresno Sejati.’
( Merinding! 1300 Penari Akan Kesurupan Massal di Lapangan Kodam V Brawijaya )
Dibawakan oleh grup kesenian dari Kota Kediri.
Disutradarai Guntur Tri Kuncoro, dengan Penata Tari Yolanda Putri Probosekar, S.Pd.
‘Labuh Tresno Sejati’ ditulis Ety Kusumaningtyas.
Merupakan representasi ‘Cerita Panji’, yang mengetengahkan tokoh-tokohnya, seperti Raden Inu Kertapati, dan Panji Semirang.
Atau Dewi Sekartaji, Klana Sewandana, Ragil Kuning / Dewi Onengan, Tumenggung Pakencanan, dan karakter peran lainnya.
Selain Wardiman Djojonegoro, ikut menyaksikan pertunjukan ini, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Kediri Jawa Timur, Sunawan, dan Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengelolaan Anjungan Badan Penghubung Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Samad Widodo.
Hadir di acara tersebut, Suryandoro (Praktisi dan Pengamat Seni Tradisi), Eddie Karsito (Wartawan, Penggiat Seni & Budaya), Munarno (Praktisi, Analis Kesenian dan Budaya Daerah Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur, di Jakarta), serta Catur Yudianto (Kepala Bagian Pelestarian dan Pengembangan Bidang Budaya TMII).