Warga Klantingsari Tarik Sidoarjo Geruduk Balai Desa Minta Pilkades Diulang
Pilkades serentak di Sidoarjo juga menyisakan persoalan serius di Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo.
Penulis: M Taufik | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Sidoarjo juga menyisakan persoalan serius di Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo.
Sebagian warga di sana minta Pilkades diulang lantaran diduga terjadi beberapa kecurangan.
Sekitar seratusan warga pendukung calon Kades nomor urut dua Suherno Widiyanto mendatangi Balai Desa Klantingsari, Senin (26/3/2018).
Dalam aksinya, massa juga membentangkan sejumlah poster berisi tuntutan pilkades ulang.
Warga minta pilkades diulang dengan sistem manual, karena pemilihan lewat e-Voting yang digelar, Minggu (25/3/2018) kemarin disinyalir banyak penyimpangan.
Baca: Dinilai Seenaknya Coret Bakal Calon, Pilkades di Sidoarjo Dilaporkan ke Polisi, Hasilnya Malah . . .
Suherno tampak hadir di balai desa dengan didampingi kuasa hukumnya, Dimas Yemahura. Di sana, mereka ditemui oleh panitia pemilihan dan Sekretaris Kecamatan Tarik, Rudi Setiawan.
"Aksi warga ini sebagai bentuk solidaritas," kata Dimas.
Menurutnya, protes yang dilakukan karena ada beberapa dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Pilkades di Klantingsari. Diantaranya, ada dugaan warga yang tidak masuk DPT bisa ikut memilih.
"Antusiasme warga sangat tinggi, sampai berjubel berdesakan saat pemilihan kemarin. Kondisi itu membuat panitia lengah sehingga ada kemungkinan warga yang tidak terdaftar dalam DPT ikut masuk dan memilih," paparnya.
Dugaan kecurangan lainnya, ada perbedaan antara jumlah warga yang hadir dengan jumlah pemilih. DPT di Desa Klantingsari asa 3.121. Tercatat werga yang menggunakan hak pilihnya 2.724 dan yang tidak hadir 397 orang.
Baca: 6 Spesialis Ranmor Ditangkap Polres Pamekasan, Seorang Pelaku Ditembak Betisnya
Dari rekapitulasi, calon nomor satu Wawan Setyo Budi Utomo mendapat 1.482, dan calon nomor dua Suherno memperoleh 1.274 suara, atau selisihnya 208 dimenangkan calon nomor satu.
Menurut Dimas, dari data-data itu jika dijumlahkan ternyata melebihi DPT. Ada selisih kelebihan 36 suara.
"Proses pemilihan dengan e-Voting juga bermasalah karena banyak warga yang belum paham," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-sidoarjo-warga-tarik-sidoarjo-demo-pilkades_20180326_193319.jpg)