Terungkap, Mandiri Tunas Finance Didemo Warga Gara-gara Kredit Truk

Proses mediasi gagal dan memicu gejolak warga yang mengancam akan bertahan di kantor Mandiri Tunas Finance.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Mujib Anwar
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Massa membawa spanduk menggelar unjuk rasa di depan kantor Mandiri Tunas Finance Kota Mojokerto, Selasa (10/4/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Aksi unjuk rasa puluhan massa ke kantor Mandiri Tunas Finance Cabang Mojokerto, Selasa (10/4/2018) ternyata untuk menuntut pertanggungjawaban terhadap nasib nasabahnya.

Perwakilan massa sempat duduk bersama pihak perwakilan cabang Mandiri Tunas Finance untuk meditasi terkait tuntutan para pengunjuk rasa.

Proses mediasi itu gagal sehingga memicu gejolak massa. Para pengunjuk rasa sempat berencana akan bertahan di halaman kantor Mandiri Tunas Finance hingga sore.

Namun polisi Polresta Mojokerto dapat mencari jalan tengah membujuk agar massa membubarkan diri sembari memberikan waktu pihak Mandiri Tunas Finance menampung aspirasi dari pengunjuk rasa.

Usung Spanduk Jangan Bodohi Nasabah, Kantor Mandiri Tunas Finance Digeruduk Massa

Supriyo, Korlap aksi unjuk rasa menjelaskan adapun tuntutannya meminta dua unit truk merek Hino milik nasabah yang dikuasi pihak Mandiri Tunas Finance supaya dikembalikan.

Ini menyusul nasabah telah memenuhi kewajibannya membayar kredit yang sempat terlambat.

"Satu unit truk terlambat empat dan satu unit lagi terlambat lima sudah dibayar. Karena itu kami meminta agar dua unit truk dikembalikan ke kreditor," sergahnya.

Menurut Supriyo, aksi unjuk rasa ini dilakukan lantaran pihaknya telah dua kali melakukan mediasi dan perundingan bersama Mandiri Tunas Finance namun tidak kunjung ada kesepakatan.

Tak Terima Disebut Anak Setan, Ratusan Siswa SMAN 2 Kota Malang Demo Kasek Turun jadi Jabatannya

Karena itulah, pihaknya terpaksa melakukan aksi demo damai untuk menuntun hak nasabah yang telah membayar keterlambatan kredit kendaraannya.

"Kami tetap menuntut dua unit truk supaya dikembalikan ke nasabah," bebernya.

Masih kata Supriyo, alasan dari pihak Mandiri Tunas Finance terkesan enggan menyerahkan dua unit truk meski nasabah telah membayar keterlambatan kredit.

Pasalnya, dua unit truk itu masih ada sangkut pautnya dengan PT atau pihak ketiga yang menarik unit kendaraan tersebut.

Padahal, pihaknya telah berkoordinasi terkait biaya dampak dari penarikan kendaraan kredit itu. Namun, pada saat mediasi pihak Mandiri Tunas Finance beralasan jika PT atau pihak ketiga belum datang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved