Ubah Stigma Tempat Pembuangan Sampah, TPA Pakusari Jember Berbenah
TPA yang terletak di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember ini berdasarkan pantuan Surya.co.id
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Jika kita mendengar tempat pembuangan akhir sampah, terlintas dalam pikiran adalah tergambar sebuah tempat yang kumuh, kotor, bau dan tidak layak untuk dikunjungi.
Lingkungan kumuh tempat pembuangan akhir pada umumnya, menjadi stigma yang melekat di masyarakat.
Namun, Tempat Pembuangan Akhir Pakusari, Jember mencoba merubah pandangan negatif mengenai tempat pembuangan sampah menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi dan punya sisi edukatif.
TPA yang terletak di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember ini berdasarkan pantuan Surya.co.id (2/5/2018) pertama kali menginjakkan kaki di TPA kesan kumuh buyar ketika disambut warna - warni dekorasi TPA yang begitu memikat mata.
Baca: Jarang Diketahui, 2 Tokoh Ini Juga Berjasa Terhadap Pendidikan Indonesia Selain Ki Hajar Dewantara
Bukan lagi tempat jorok nan kumuh, TPA Pakusari dikemas menjadi Wisata Edukasi TPA Pakusari yang edukatif.
Setelah memasuki pintu gerbang terdapat sebuah tempat nongkrong dengan bahan dekorasi yang berasal dari sampah daur ulang, tampak botol air minum bekas berjajar rapi selaras dengan bekas topi petani yang ditata rapi menghiasi langit-langit.
Tanaman-tanaman hias menambah kesan sejuk di TPA Pakusari.
TPA Pakusari menyediakan berbagai minuman dan fasilitas wifi, menariknya pengunjung dapat menikmati tersebut hanya dengan membawa 10 botol plastik, setelah itu anda dapat menikmati berbagai minuman, bersantai dan berselancar di dunia maya dengan koneksi wifi.
"Sejak kurang lebih 1,5 tahun kita berusaha untuk merubah TPA ini, sekarang kita dekor dekor biar lebih baik lebih berwarna, kita ubah mindset orang-orang soal TPA, sekaligus juga menyadarkan masyarakat soal ayo mengelola sampah kita daur ulang sampah, pengunjung juga dapat menikmati berbagai minuman segar, nongkrong, wifian di sini hanya dengan membawa 10 botol plastik" terang Muhammad Masbud, Koordinator Pengelolaan Sampah TPA Pakusari.
Masbud menambahkan, arah jenis wisata yang ditawarkan TPA Pakusari lebih mengarah kepada wisata edukasi soal sampah.
"Kita mengarah pada wisata edukasi, bagaimana mengolah sampah organik, sampah anorganik akan kita ajarkan, selain selain itu spot spot foto ini penunjang untuk semakin menarik minat masyarakat dan semua bahan dekorasi ini terbuat dari sampah barang bekas," urainya.
Baca: Billy Syahputra Sindir Kriss Hatta Cuma Digaji Rp 3 Juta, Tanggapan Bijaksana Kriss Dibanjiri Pujian
Masbud merespon positif pengunjung yang mengunjungi TPA Pakusari, ia menjelaskan bahwa jumlah kunjung menunjukkan tren yang baik, kurang lebih seribu orang berkunjung setiap minggunya di TPA Pakusari.
"Ini tren yang baik ya, sekitar seribuan pengunjung ya rata-rata anak muda berkunjung di TPA ini setiap minggunya, ini positif sekali untuk pengembangan TPA, setiap hari selasa ada pelatihan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-jember-tpa-sampah-pakusari-jember-berubah_20180502_104258.jpg)