Polda Jatim Tak Percaya PT Jakarta Sereal Baru Pertama Kali Impor Bawang Bombay

Polda Jatim, masih mendalami ditemukannya 70 ton lebih bawang bombay impor ilegal di Surabaya.

Polda Jatim Tak Percaya PT Jakarta Sereal Baru Pertama Kali Impor Bawang Bombay
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Kasatgas Pangan Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, bersama Kepala Seksi Tanaman Sayur dan Tanaman Obat Dinas Pertahanan Pangan Pemprov Jatim, Indrawati, ungkap penyelundupan bawang bombay di Jalan Kasuari Nomor 35, Surabaya, Senin (7/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polda Jatim, masih mendalami ditemukannya 70 ton lebih bawang bombay impor ilegal di Surabaya.

Direktur Utama PT Jakarta Sereal, Singgih Susanto ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Saat diperiksa, Singgih mengaku baru melakukan tindakan ini satu kali.

"Kami tak begitu saja percaya dengan pengakuannya, lihat saja cara (penyelundupan) yang digunakan," tegas Barung pada TribunJatim.com saat berada di ruang Bid Humas Polda Jatim, Selasa (8/5/2018).

(Banyak Alat Peraga Kampanye Rusak, Satpol PP Pilih Gelar Operasi Nyeleneh)

Barung mengatakan, cara yang dilakukan PT Jakarta Sereal untuk menyelundupkan bawang itu terbilang lihai.

Pasalnya, ketika bawang dimasukkan dalam kontainer untuk dikirim ke Indonesia, sebagian bawang bombay merah dengan kualitas terbaik dan sesuai standarisasi yang ada di Indonesia itu diletakkan di bagian depan.

Sedangkan, sebagian besar bawang bombay merah dengan kualitas yang tak sesuai aturan diletakkan di bagian belakangdemi mengelabuhi petugas.

"Lihat saja itu cara yang dilakukan, itu saja sudah terlihat lihai," ucap Barung.

Mantan Kabid Humas Polda Sulsel itu mengungkapkan pihaknya tetap akan mendalami kasus itu.

Bahkan, tak menutup kemungkinan pihaknya akan memeriksa sejumlah otoritas yang terlibat

"Untuk kewenangan memeriksa ukuran itu penyidik sudah mengatakan tidak menutup kemungkinan akan merambah pada otoritas-otoritas tertentu yang memeriksa ini, misalnya Bea Cukai, Karantina, dan sebagainya," tutupnya.

(Kades Jadi Tersangka, Warga di Lamongan Kirim Surat Cinta ke Polisi)

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved