Serangan Bom di Surabaya
41 Terduga Teroris Ditangkap Densus Paska Bom Surabaya, Kapolri: Pengejaran Masih Terus Berlangsung
Kapolri dan Panglima TNI sambangi Polrestabes Surabaya untuk silaturahmi dan beri dukungan, paska bom bunuh diri terjang Surabaya.
Penulis: Fatkhul Alamy | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Peristiwa serangan bom bunuh diri tiga pekan lalu sangat mengusik ketenangan dan kemanan masyarakat Surabaya.
Masyarakat Surabaya harus bisa mengambil pelajaran dan menjadi lebih baik setelah pristiwa mengeutkan tersebut.
Pernyataan tersebut dilontarkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat silaturahmi dan buka bersama Forkopimda Jatim di Polrestabes Surabaya, Kamis (31/5/2018).
Kapolri Tito menyambangi Polrestabes Surabaya bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Silaturahmi juga dihadiri Gubernur Jatim Soekawo, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Baca: BREAKING NEWS : Pelaku Bom Bunuh Diri Tiga Gereja Adalah 6 Orang Sekeluarga Asal Rungkut Surabaya
Baca: Ajak 4 Anaknya yang Bocah Bunuh Diri Bom 3 Gereja, Begini Perilaku Aneh Keluarga Dita dan Puji
Selain itu, sejumlah pimpinan TNI AD, AL, AU, pejabat lembaga lainnya dan para ulama ikut dalam silaturahmi ini.
“Peristiwa serangan bom sangat mengejutkan Surabaya. Dari pristiwa ini ada hikmah dan Surabaya harus mengambil pelajaran menghadapi dan menangani bahaya terorisme dan radikalisme,” tegas Tito.
Menurut Tito, polisi bergerap cepat pasca peristiwa bom di Surabaya. Termasuk terus melakukan penindakan dengan menangkap orang-rang yang diduga pelaku teroris.
Hingga kini sedikitnya sebanyak 41 orang terduga teroris ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror di beberapa tempat di Indonesia dan pengejaran masih terus berlangsung.
"Sampai hari ini, sudah ada 41 orang tertangkap. Dari 41 orang, empat tewas karena melawan petugas," tandasnya.
Baca: Tanpa Ritual dan Doa, Jenazah Dita dan 2 Anaknya yang Ngebom Gereja Dikubur di Makam Teroris
Baca: Tiga Orang Bercadar Masuk Gereja Kristen Indonesia, Lalu Bom Meledak dan Menghancurkan Semua
Selain itu, Tito juga mengaku mendapat laporan ada salah satu terduga pelaku teroris di Probolinggo yang menyarahkan diri Mapolres setempat. Dia takut karena merasa dikejar-kejar petugas.
Meski sudah puluhan orang ditangkap, penanganan dan penindakan terorisme serta paham radikalisme tidak boleh berhenti.
Polisi dan TNI harus terus bersinergi dan bersatu melawan dan menindak. Ternyata belum cukup, Polisi dan TNI juga butuh sinergi dengan lembaga, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“Terorisme dan radikalisme harus dilawan bersama, apalagi terhadap sudatu ideologi. Polisi tidak bisa melakukan sendiri dan pakai kekerasan, butuh peran pemerintah, tokok agama dan masyarakat,” ucap Tito.
Baca: Ini Daftar Lengkap 20 Korban Kebakaran Maut Kos Kebalen Kulon, RS Tempat Dirawat dan Kronologinya
Baca: Baru Lulus SMP Negeri, Siswi Cantik ini Tewas Gantung Diri Berbalut Sandiwara Nasi
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menuturkan, masyarakat Indonesia, khususnya di Surabaya tidak boleh takut dengan aksi terorisme. Peristiwa di Surabaya itu harus selalu membuat masyarakat waspada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kapolri-dan-panglima-tni-di-polrestabes-surabaya_20180531_213031.jpg)