Vita KDI Hadirkan Cita Rasa Musik Dangdut Campursari
Nama Vita Anggraini tentu sudah tak asing lagi di kanca musik dangdut Indonesia. juara pertama di ajang Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2008.
Bukan tanpa sebab, Bapaknya adalah seorang dalang sementara sang Bibik adalah penyanyi sinden.
Ia mengaku musik campursari sudah menjadi basicnya sejak awal di dunia tarik suara.
Lahir dari keluarga yang mencintai instrumen musik Jawa membuat Vita mulai serius menggeluti jenis musik tersebut.
Hal ini terlihat dari keputusannya untuk melanjutkan pendidikan S1 jurusan seni karawitan di sebuah Sekolah Tinggi Seni di Surabaya.
Menyandang gelar sebagai penyanyi sekaligus mahasiswa membuat Vita masih harus sering bolak-balik Surabaya-Nganjuk.
Namun, hal ini tak membuatnya bergeming karena Ia memiliki harapan kedepannya bisa mengembangkan jenis musik dangdut campursari agar bisa sejajar dengan genre dangdut yang sekarang sedang tren.
Vita optimis, dangdut campursari suatu saat bisa berkembang dengan baik.
Baca: Uang Jasa BPJS Rp 905 Juta yang Dibagikan Karyawan RSUD Caruban Jadi Temuan BPK
"Karena memang kebanyakan sekarang di TV, orang sudah nggak malu bawain dangdut, orang nggak malu bawain lagu yang ada kata-kata jawannya, udah terbiasalah, nggak malu kayak dulu yang cenderung dangdut klasik asli," jelas Vita sambil tersenyum.
Keberhasilan Vita yang sekarang tentu tak bisa lepas dari peran ajang kontes dangdut (KDI) yang Ia ikuti.
Ia juga mengatakan peningkatan dalam bermusik yang dirasakanya sekarang adalah buah dari perjuangannya selama ini melewati berbagai tantangan saat mengikuti kontes tersebut.
Misalknya saat Vita disuruh bernyanyi India dan koreografinya, Ia mengaku kesulitan karena merasa tidak bisa menyanyikan jenis musik dan berjoget.
Ia juga menuturkan pernah mendapat evaluasi karena tariannya yang kurang kompak.
Meski tak mudah dan mau tidak mau harus mempelajari banyak hal baru, Vita mengaku hal itu justru memotivasinya untuk terus tampil lebih baik.
Ia juga mengatakan bahwa kunci utama dalam keberhasilannya menyabet juara pertama KDI karena melakukannya dengan penuh ketulusan hati, dan tekat yang kuat untuk jadi juara.
Logat medok Jawa yang justru jadi kelebihan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/vita-kdi_20180629_130303.jpg)