Ombak Besar Pantai Selatan Terjang Pacitan, Wakil Bupati Beri Warning Masyarakat dan Nelayan

Wakil Bupati beri warning keras masyarakat dan nelayan saat ombak besar Pantai Selatan terjang Pacitan.

Tayang:
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNNEWS
Gelombang laut 

TRIBUNJATIM.COM, PACITAN - Selama hampir satu pekan ini, terjadi ombak besar di wilayah Pacitan. Akibatnya, sejumlah kios dan kapal milik nelayan di pantai Pacitan rusak diterjang ombak besar.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi ombak besar masih akan terjadi selama sepekan ke depan. Bahkan, ombak besar di wilayah Pantai Selatan yang terbesar akan terjadi pada Jumat (27/7/2018) besok.

Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo ketika dihubungi via telpon mengatakan, pemerintah daerah telah memberikan peringatan kepada para nelayan agar tidak melaut. Selain itu, warga yang berjualan di wilayah Pantai Selatan agar mewaspadai ombak besar yang kapan saja bisa terjadi.

"Dampaknya di Pacitan, tentunya, sangat ekstrim. Ada beberapa kios yang memang dibangun di dekat pantai sehingga terkena rob (ombak besar)," ujarnya, Kamis (26/7/2018) malam.

Menurut Yudi, tidak seluruhnya pantai di Pacitan terdampak ombak besar. Dua pantai di Pacitan yang terdampak yaitu Pantai Klayat dan Pantai Karung.

"Paling parah Pantai Klayar, tapi nggak seberapa," katanya.

Sumbogo menuturkan, beberapa hari yang lalu, banjir rob juga sampai ke jalan aspal, namun tidak menimbulkan kerusakan.

Dia mengatakan, tidak ada korban akibat terjangan ombak besar di wilayah Pantai Selatan, karena sebelumnya sudah dilakukan peringatan dini terhadap masyarakat untuk waspada.

"Kami sudah ada antisipasi, ada antisipasi dini, kami juga memiliki alat monitoring ketinggian gelombang. Sehingga kami terus berkomunikasi dengan nelayan di pesisisr pantai. Alhamdulillah, nelayan sendiri bisa mengantisipasi agar tidak melaut," katanya.

Hingga saat ini, pemerintah Kabupaten Pacitan mengimbau kepada para nelayan agar tidak melaut, hingga ada pemberitahuan resmi dari BMKG bahwa laut sudah aman.

"Sejak ada gelombang ekstrm ini kami antisiapsi , dan kami imbau untuk tidak melakukan kegiatan melaut," jelasnya.

Sumbogo mengatakan, selama ini pemerintah daerah telah memberikan edukasi mengenai potensi bahaya ombak.

"Tentunya, masyarakat telah diedukasi selama ini, apalagi sudah ada imbauan dari BMKG tentang ombang tinggi. Sehingga masyarakat yang tinggal di pesisisr Pantai selatan bisa mengantisiasi dengan seksama," ucapnya.

Dia menjelaskan, jarak rumah warga dengan pantai jauh dan masih dalam jarak yang aman sehingga saat ini tidak perlu dilakukan proses evakuasi.

"Hanya kios-kios yang semi permanen, yang kami imbau agar tidak berjualan di pantai,  harus bergeser ke tempat yang aman," kata Yudi Sumbogo.

Belum diketahui secara pasti, jumlah fasilitas dan kapal milik nelayan yang rusak akibat terjangan ombak besar yang disebabkan menguatnya angin timur dari benua Australia yang melewati Pulau Jawa.

Dia menambahkan, beberapa resort seperti di Pantai Teleng Ria masih aman. Begitu juga dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) juga masih aman.

Sementara itu, Marketing Manager Pantai Teleng Ria Pacitan Yayuk Dewi Puji Rahayu ketika dihubungi mengatakan, banjir rob atau ombak besar tidak mengakibatkan kerusakan pada fasilitas wisata di Pantai Teleng Ria.

Ombak besar juga tidak berdampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan untuk datang ke pantai.

"Tidak, tidak ada dampak," katanya saat dihubungi melalui pesan Whatsapp. (Surya/Rahadian Bagus)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved