Guru SMKN 6 Kota Malang Manfaatkan Bank Sampah Hingga 3 Tahun Kumpulkan Biaya Pendidikan S2
Sulaiman Sulam, Humas SMKN 6 Kota Malang berhasil lanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 menggunakan uang yang didapat dari hasil memulung
Penulis: Ayu Mufidah Kartika Sari | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ayu Mufidah KS
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sulaiman Sulam, Humas SMKN 6 Kota Malang berhasil lanjutkan pendidikannya ke jenjang S2.
Menariknya, biaya yang dia gunakan untuk teruskan kuliah didapat dari hasil memulung.
Pria yang akrab disapa Sule itu mengaku mulai memulung sampah sejak tahun 2016 lalu.
Kala itu, humas SMKN 6 Kota Malang ini didapuk sebagai guru ekstra kulikuler lingkungan hidup.
(Polres Tanjung Perak Ungkap Kasus Peredaran Uang Palsu, Pelaku Pakai Modus Ritual)
(Alfredo Vera, Juru Taktik yang Dulu Berjaya Bawa Persebaya ke Liga 1 Kini Bernasib Pilu)
Ia kemudian memprogramkan bank sampah kepada siswa-siswanya.
"Tahun 2016 saya membuat bank sampah. Saya terapkan kepada siswa-siswa yang menabung dengan sampah yang dikumpulkan mereka," kata Sulaiman Sulam.
Sebagai seorang pengajar, pria berusia 34 tahun ini mengaku wajib memberikan contoh nyata kepada siswanya.
Sulaiman Sulam pun turut aktif menabung dari hasil sampah yang ia kumpulkan.
Dari kumpulan sampah yang ia setorkan di bank sampah, Sulaiman Sulam sukses meraih pundi-pundi rupiah.
Bahkan, satu bulannya ia berhasil mendapat Rp 200.000 hingga Rp 300.000 dari bank sampah ini.
(Hotel Wyndham Surabaya Hadirkan Topping Rendang dan Tuna Sambal Matah di Atas Pizza Italia)
(David de Gea Dijuluki Karius oleh Gelandang Real Madrid)
Dari situlah, pria yang akrab disapa Sule ini menemukan ide untuk melanjutkan sekolahnya ke pasca sarjana.
"Saya mikir, apa mungkin bisa bayar pendidikan dengan sampah. Akhirnya saya mencoba kumpulkan uang untuk lanjutkan," ungkap Sule.
Sule tidak hanya berhasil menggapai impiannya ikut S@, Pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur ini sukses membuka pandangan masyarakat luas tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Ia berhasil membuktikan jika barang-barang bekas masih bisa bernilai jika digunakan dengan baik.
"Saya berhasil membiaya pendidikan saya di pasca sarjana. Saya ingin memberikan edukasi bahwa mengeyam pendidikan tidak harus kaya atau menunggu punya uang," tambahnya.
(Begini Keunggulan Pembangkit Listrik Speed Bump Karya Mahasiswa Unair Surabaya)
(Barang Bukti Peredaran Uang Palsu di Surabaya, Mulai Keris, Kuningan Hingga Kotak Berisi Kembang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/sulaiman-sulam-guru-smkn-6-kota-malang-s2-memulung_20180802_080557.jpg)