Gempa di Malang
BPBD: Belum Ada Laporan Dampak Dari Gempa Bumi 5,2 SR di Kabupaten Malang
Hingga pukul 15.15 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang belum menerima laporan adanya dampak Gempa Bumi 5,2 SR yang terjad
Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Hingga saat berita ini diturunkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang belum menerima laporan adanya dampak Gempa Bumi 5,2 SR yang terjadi pukul 13.09 WIB.
Bahkan, sampai pada terjadinya gempa susulan yang kembali terjadi sekitar pukul 14.06 WIB Lokasi 8.73 LS, 112.58 BT (67 KM Selatan Malang-Jatim) kedalaman 10 KM juga belum ada laporan dampak yang ditimbulkan.
"Untuk sementara kondisi wilayah Kabupaten Malang aman setelah terjadinya Gempa Bumi hari ini," kata Bambang Istiawan, Kepala BPBD Kabupaten Malang, Rabu (8/8).
Sementara dalam rilisnya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menjelaskan, gampa yang terjadi pukul 13.09.25 WIB, Rabu (8/8) berada di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa Timur merupakan gempabumi tektonik.
• Gempa di Malang, Warga Blitar Juga Rasakan Getaran Cukup Kencang
Hasil analisis BMKG menunjukkan awal gempabumi ini berkekuatan M=5,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,1.
"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,92 LS dan 112,41 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 km arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur pada kedalaman 42 km," kata Rahmat Triyono.
Gempabumi Selatan Jawa Timur tersebut, dikatakan Rahmat Triyono, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter tampak gempabumi berkedalaman dangkal diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempabumi tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (thrust fault).
• Laga Indonesia Vs Malaysia akan Berjalan Ketat, Fakhri Husaini Ajak Suporter Beri Dukungan Positif
Guncangan gempabumi tersebut dilaporkan telah dirasakan oleh masyarakat di daerah Malang, Karangkates dan Blitar pada skala II SIG-BMKG (III MMI), Tretes, Tulungagung, Lumajang, Yogyakarta, Kuta pada skala I SIG-BMKG (II MMI). Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Dimana hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.
"Kepada masyarakat dihimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tutur Rahmat Triyono mengakhiri rilis BMKG Jakarta. (Surya/Achmad amru muiz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/gempa-malang_20170208_102316.jpg)