Pasar Kedungkandang Malang Sukses Ditata, Para Pedagang Mulai Rasakan Dampak Positif Ekonomi

Pedagang Pasar Kedungkandang, Kota Malang, kini telah merasakan dampak positif setelah mereka kembali berjualan di dalam pasar.

Tayang:
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Rifki Edgar
PEDAGANG - Pedagang ayam potong di Pasar Kedungkandang, Kota Malang, Marni, kini mulai merasakan dampak positif, setelah setahun lebih kembali menempati kios di dalam pasar, Rabu (20/5/2026). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dampak positif kini telah dirasakan pedagang di Pasar Kedungkandang, Kota Malang, setelah mereka kembali berjualan di dalam pasar.

Sebelumnya, para pedagang ini sempat berjualan di pinggir Jalan Muharto, yang kerap menganggu lalu lintas di wilayah tersebut.

Baca juga: Penataan Pasar Kebalen & Komitmen Nyata Pemkot Malang Hidupkan Lagi Ekonomi Rakyat

Namun, sejak awal November 2024 lalu, Pemkot Malang meminta para pedagang untuk kembali mengisi Pasar Kedungkandang yang sudah selesai direvitalisasi pada akhir tahun 2023 kemarin.

Upaya tersebut berhasil dan membuat roda perekonomian di wilayah tersebut kembali berputar.

Pedagang kembali berjualan di area pasar, sementara arus lalu lintas di Jalan Raya Muharto kembali normal.

Tujuan Pemkot Malang untuk menata kembali kawasan pasar tradisional itu ialah untuk mengurai kemacetan dan mengembalikan fungsi jalan raya.

"Alhamdulillah, sekarang penjualan sudah kembali normal. Awalnya sempat sepi. Lalu 3-4 bulan berikutnya sudah mulai ada hasilnya. Jadi memang harus adaptasi," kata pedagang di Pasar Kedungkandang, Marni, kepada TribunJatim.com, Rabu (20/5/2026).

Sebelum ada pemindahan, Marni yang berjualan ayam potong tersebut nekat jualan di pinggir jalan raya.

Hal itu dilakukan karena kondisi Pasar Kedungkandang saat itu sepi, meskipun sudah direvitalisasi.

Setiap harinya, Marni harus berjualan mulai pukul 03.00-06.00 WIB. 

Sebab, di atas pukul 06.00 WIB, ia harus segera membongkar lapak dagangannya karena harus steril.

"Kalau dulu jam 06.00 WIB sudah harus diberesin. Tapi sekarang saya jualan sampai jam 08.00 WIB. Jadi agak lama," ungkapnya.

Berjualan di dalam pasar juga membuat Marni merasa tenang. 

Ia tak perlu lagi diingatkan oleh petugas Wastib dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang saat masih berjualan di pinggir jalan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved