VIDEO: Mengenal Pencak Silat dan Tarian Mandeleng, Seni Khas Pulau Bawean yang Adopsi Gaya Melayu
Seni budaya Pencak Silat Bawean dipilih jadi penyambut perwakilan Bank Indonesia dalam Program 'BI Jangkau'
Penulis: Samsul Arifin | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Seni budaya Pencak Silat Bawean dipilih jadi penyambut tamu wisatawan yang hadir ke Pulau Bawean.
Pertunjukkan ini pula yang menyambut perwakilan Bank Indonesia dalam Program 'BI Jangkau' untuk mengedarkan Rupiah ke pulau kecil di seluruh pelosok Indonesia.
Ada tiga penampil dalam pagelaran pencak silat tersebut, satu di antaranya bertindak sebagai wasit, sedangkan dua lainnya beraksi dengan menggunakan pedang.
Kepala Kecamatan Sangkapura, Abdul Adim menyebutkan, seni pencak tersebut adalah khas dari Kepulauan yang memiliki luas 196,3 kilometer ini.
(Wali Kota Risma Punya Cara Tersendiri Redam Politik Identitas Jelang Pilpres 2019)
(Hajar Anak, Istri, Saudara dan Mertua Sendiri, Pria di Lamongan ini Malah Umbar Senyuman)
Adapun filosofinya yakni 'Ajek Muka Sewek Kalo Belum Buka Langit'.
"Artinya jangan Menikah dulu Sebelum Membuka Langit, jadi leluhur kami dahulu menyarankan jangan menikah dulu sebelum merantau, itu membuka langit," terangnya kepada TribunJatim.com, Kamis, (15/8/2018).
Apabila hendak merantau, lanjut dia, haruslah cukup bekal lahir dan batin.
Dari seni pencak khas Bawean itu ditunjukkan akan pentingnya bekal dalam hidup.
"Bekal yang cukup seperti kalau lahir itu bisa ilmu bela diri sedangkan batinnya sudah bisa baca Al Quran dan sebagainya," imbuhnya.
(Mahfud MD Tersinggung Dengan Ucapannya Soal Bikin Baju, Begini Klarifikasi Ketua Umum PPP Rommy)
(Demi Biaya Sekolah Dua Anaknya, Pria di Pasuruan ini Ngaku Lega Meski Harus Meringkuk di Penjara)
Seni bela diri tersebut selalu diajarkan dari generasi ke generasi guna melestarikan apa yang ditinggalkan oleh leluhurnya.
Setelah seni Pencak silat sebagai awal menyambut tamu, di akhir acara penyambutan, biasanya dilanjutkan dengan Tarian Mandeleng.
Empat wanita penari berkostum serba merah tampil diiringi lagu khas bahasa Bawean dan shalawat menggunakan alat musik rebana.
Yang menarik, meski menjadi khas di Pulau Bawean yang tidak jauh dari Gresik, tarian ini ternyata mengadopsi khas budaya Melayu.
Seperti diketahui, mayoritas penduduk Pulau Bawean merantau ke negeri tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
(Justin Bieber Ingin Cepat Nikahi Hailey Baldwin, Kabarnya Digelar dalam Waktu Dekat, Ini Detilnya!)
(Peringati 73 Tahun Kemerdekaan RI, Polisi Bagi-bagi SIM Gratis di Tempat ini)