Penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Mojokerto Menurun
Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mencatat adanya penurunan terkait jumlah warga yang terjangkit penyakit HIV / AIDS.
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mencatat adanya penurunan terkait jumlah warga yang terjangkit penyakit HIV / AIDS.
Dri data yang berhasil dihimpun mulai bulan Januari hingga Juni 2018 48 orang untuk warga penderita HIV dan 22 orang untuk warga penderita AIDS.
"Penderita HIV dan AIDS tahun ini menurun ketimbang tahun-tahun sebelumnya," ujar dr Langit Kresna Janitra Selaku Kabid Pengendalian dan Pemberantasan (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.
Langit, tak dapat memastikan berapa presentase penurunannya. Sebab, data penderita HIV dan AIDS tersimpan di website SIHA. Sedang saat ini website SIHA mengalami gangguan dan tidak bisa dibuka.
• Tabrak Pengendar Motor Hingga Tewas, Dump Truk di Lamongan ini Dibakar Massa
"Tahun kemarin datanya ada di SIHA. Tapi websitenya sedanf eror tidak bisa dibuka. Saya punya data kumulatif dari tahun 2010 hingga 2018 penderita HIV dan AIDS di Mojokerto sebanyak 646 orang," sebutnya.
Ia menambahkan, jumlah tersebut belum dikurangi penderita HIV dan AIDS yang meninggal dan belum dinyatakan positif. Karena, pemeriksaan HIV dan AIDS ada 3 tahapan pemeriksaan.
Reagen 1 dilakukan di puskesmas, reagen 2 dan 3 dilakukan di RSUD Soekandar, Mojosari, Kabupaten Mojokerto.
"Pemeriksaan reagen 1 jika dinyatakan positif baru melanjutkan ke reagen 2 dan 3. Kalau pemeriksaan reagen 2 negatif, harus dilakukan pemeriksaan kembali untuk memastikan terjangkit hiv atau tidak. 6 bulan diperiksa ulang," paparnya.
• Diduga Lecehkan NU dan Banser, Kader Muda NU Laporkan Gus Nur ke Polda Jatim
Kembali Langit merinci, penurunan warga Kabupaten Mojokerto yang terjangkit HIV dan AIDS dibuktikan dengan jumlah orang yang diperiksa.
Ia menyebutkan Januari 2018 sebanyak 881 orang, Februari 951norang, Maret 825 orang, April 1157 orang, Mei 1116 orang, dan Juni 580 orang.
"Dari 881 orang yang di periksa pada bulan Januari 2018, hanya 7 orang saja yang positif terkena HIV dan 5 orang yang positif AIDS.
Jarak antara penderita HIV ke menjadi pengidap AIDS baru dapat diketahui selama 5 tahun, sangat lama," jelasnya.
Terkait hal tersebut Didik Chusnul Yakin Selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mengatakan, pihaknya terus gencar menanggulangi HIV dan AIDS.
Pihaknya mempunyai program jemput bola penderita HIV dan AIDS bernama Mobile VCT.
"mobile vct itu pemeriksaan HIV pada populasi kunci. Diadakan tiap bulan satu kali di daerah yg mengajukan permohonan mobile vct," katanya, Kamis (13/9/2018).
• Terbukti Curang, Puluhan Ribu Pengemudi Diputus Hubungan Oleh Grab Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/universitas-surabaya-mahasiswa-hivaids_20171130_164828.jpg)