Breaking News

Asia Sentinel Minta Maaf ke SBY, Partai Demokrat Mengaku Lanjut Usut Perkara

Media internasional, Asia Sentinel putuskan untuk sampaikan permintaan maaf pada Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Kompas.com/Robertus Belarminus
Ketum Partai Demokrat SBY dan Agus Harimurti Yudhoyono, Sabtu (17/2/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Media internasional, Asia Sentinel putuskan untuk sampaikan permintaan maaf pada Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Permintaan maaf ini terkait berita yang mereka tayangkan, yang mengaitkan pemerintahan SBY  dalam kasus pencucian uang Bank Century.

Screenshot tampilan situs AsiaSentinel (19/9/2018)
Screenshot tampilan situs AsiaSentinel (19/9/2018) ()

 "Kami sudah menarik berita tersebut, tapi kami juga turut meminta maaf kepada SBY, Partai Demokrat, dan berbagai pihak yang merasa tersinggung dengan artikel tersebut," tulis Asia Sentinel di laman situsnya," Rabu (19/9/2018).

Asia Sentinel mengakui bahwa berita yang ditulis oleh kepala editornya, John Berthelsen, adalah sebuah berita yang tidak berimbang dan tak adil bagi SBY.

Berita dimaksud dimuat di laman Asia Sentinel pada Rabu (12/9/2018).

Pada artikel yang ditulis John Berthelsen, disebut bahwa Bank Century digunakan untuk merampok uang negara.

screenshot berita Asia Sentinel
screenshot berita Asia Sentinel ()

(Dalam 23 Menit, Marcus/Kevin Kunci Tiket ke Perempat Final China Open 2018 dengan Skor Kembar)

(Tangis Air Mata Mewarnai Prosesi Pembongkaran Bangunan Liar Dibongkar di Jalan Barata Jaya Surabaya)

Menanggapi hal ini, Partai Demokrat mengapresiasi sikap Asia Sentinel yang telah meminta maaf.

Kendati demikian, Demokrat menegaskan langkah hukum terhadap Asia Sentinel tetap akan dilakukan.

Demokrat bahkan sudah mengirimkan tim ke dua negara sebagai langkah untuk memperkarakan Asia Sentinel.

Hal ini sesuai intsruksi SBY yang memastikan akan mengejar pihak yang memfitnahnya sampai ke ujung dunia manapun.

"Kami sudah kirim tim ke Hongkong dan Mauritius untuk melakukan investigasi dan mengumpulkan bahan-bahan," kata Kepala Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean kepada Kompas.com, Kamis (20/9/2018).

(Aksi Robby Purba Sindir Seseorang Direkam Olla Ramlan, Caren Delano Peragakan Oplas Dagu Lancip)

(Kahiyang Ayu Unggah Potret Terkini Pasca Sebulan Melahirkan, Bentuk Badannya Curi Perhatian)

Ferdinand mengatakan, tim yang dikirim ke Hongkong bertugas untuk mencari jejak kantor Asia Sentinel di sana.

Selain itu, tim ini juga akan menemui Dewan Pers Hongkong untuk melaporkan pemberitaan yang dianggap merugikan SBY dan Partai Demokrat.

Sementara di Mauritius, tim akan mengunjungi gedung pengadilan di sana untuk mengecek materi gugatan persidangan antara Weston Capital vs LPS.

Persidangan itulan yang menjadi sumber tulisan Asia Sentinel mengenai SBY dan Bank Century. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved