Pilpres 2019

Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Jatim Pilih Tak Libatkan Kepala Daerah, Ini Alasannya

Kepala Daerah tidak dilipatkan Badan Pemenangan untuk pemenangan Prabowo-Sandi di Jatim, karena alasan khusus.

SURYA/BOBBY KOLOWAY
Ketua DPD Gerindra Jatim, Soepriyatno (tengah) saat mendampingi Cawapres Prabowo Subianto di Jawa Timur beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Badan Pemenangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jatim, Soepriyatno menegaskan timnya tidak akan melibatkan kepala daerah di Jatim di dalam struktur tim.

Pihaknya lebih memilih mendorong kepala daerah memprioritaskan fungsi dan tugasnya melayani rakyat sesuai janji politiknya saat kampanye  dulu.

Menurut Soepriyatno, melihat kondisi ekonomi masyarakat yang tidak menentu dan memprihatinkan saat ini, ironis apabila masih mendorong kepala daerah ikut berkampanye.

Indikator kondisi ekonomi tersebut bisa dilihat dari harga mayoritas barang yang belum stabil, daya beli turun, hingga petani yang masih kesulitan menjual hasil pertaniannya.

Dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim, Hanya 8 Daerah ini Korwil TKD Jokowi Tak Dipimpin Bupati/Wali Kota

Belum lagi dengan masih banyaknya orang miskin yang perlu dientaskan hingga masih banyak usia produktif yang butuh pekerjaan dan sebagainya.

"Nah, itu kan tugas berat kepala daerah. Masyarakat  butuh diperhatikan dan masyarakat harus diperlakukan sama," tegasnya, Jumat (21/9/2019).

Pria yang juga Ketua DPD Gerindra Jatim ini menegaskan, dalam setiap perhelatan pemilihan pemimpinn, belum tentu sama dengan dukungan di pilpres.

"Maka kalau kepala daerahnya ikutan jadi tim pemenangan dikhawatirkan akan jadi berat sebelah. Lebih baik biarkan saja rakyat menentukan pilihannya sendiri di pilpres," lanjutnya.

Ditunjuk Jadi Komandan Tim Pemenangan Jokowi-Maruf di Surabaya, Wali Kota Risma Ngaku Belum Tahu

Menurut Anggota DPR RI ini, komitmen tanpa melibatkan gubernur, wakil gubernur serta, bupati dan walikota ini bukan hanya di Jatim, namun berlaku secara nasional.

"Badan pemenangan tingkat nasional juga sama, tidak melibatkan kepala daerah, tapi melibatkan banyak relawan dan komunitas masyarakat," paparnya.

Sekretaris Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Jatim, Basuki Babussalam menambahkan, tidak dilibatkannya para kepala daerah dalam tim pemenangan adalah upaya agar tim ini tidak menggangu kinerja para kepala daerah dalam melayani masyarakat.

"Kita ingin beliau beliau (kepala daerah) bisa  fokus dengan tugas nya melayani rakyat," tegasnya.

Khofifah, Emil, Dahlan Iskan, dan Kiai Asep Batal Gabung Timses Jokowi-Maruf Amin di Jatim

Berbeda dengan Prabowo-Sandi, kubu rival, Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Jatim akan menggunakan seluruh elemen pendukung untuk memantabkan basis dukungan di Jawa Timur. 

Di antaranya, dengan memaksimalkan kepala daerah di Jawa Timur yang juga kader partai pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Jumlahnya mencapai 36 daerah dari 38 kabupaten maupun kota di Jawa Timur. Rinciannya, 29 merupakan Kepala daerah, sisanya adalah Wakil Kepala daerah.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved