Jam Tangan Kayu Eboni Buatan Klaten yang Tembus Pasar Mancanegara, Tertarik Beli?

Jam tangan berbahan kayu tengah digemari masyarakat beberapa tahun belakangan ini.

Tayang:
Penulis: Arie Noer Rachmawati | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Afidha Fajar Adhitya, pemilik Eboni Watch & Goods menunjukkan jam tangan kayu buatannya di MAKERFEST 2018 Surabaya, Minggu (30/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jam tangan berbahan kayu tengah digemari masyarakat beberapa tahun belakangan ini.

Satu di antara produsen jam tangan kayu dari Klaten, Jawa Tengah, sukses membawa jam tangan kayu buatannya menembus pasar mancanegara.

Afidha Fajar Adhitya, pemilik Eboni Watch & Goods mengatakan, produk jam tangan kayu buatannya pernah diekspor ke Jerman, Inggris, Korea, Hongkong, Malaysia, Turki, Amerika, dan Jepang.

Mengenal Furnitur Gaya Scandinavian dan Industrial yang Tak Pernah Luntur dan akan Terus Berkembang

Sensasi Memburu Buku hingga Habiskan Dana Jutaan Rupiah di Pameran Big Bad Wolf Surabaya 2018

Selain ekspor ke luar negeri, jam tangan kayu Eboni miliknya juga banyak diminati masyarakat Indonesia, terutama di wilayah Jabodetabek, Surabaya, dan Malang.

"Dalam sebulan bisa mengantongi 100 unit jam yang harganya kami tawarkan mulai Rp 450 ribu sampai Rp 550 ribu," ujarnya kepada TribunJatim.com saat di MAKERFEST 2018 Surabaya yang digelar di Lapangan Parkir Plaza Surabaya, Minggu (30/9/2018).

Jam tangan Eboni yang ia buat berasal dari limbah kayu pabrik gitar di Klaten.

REI Jawa Timur Terus Dorong Penerapan Online Single Submission di Sektor Properti

Tak Sia-siakan Kesempatan, Pengunjung ini Datang Setiap Hari ke Pameran Big Bad Wolf Surabaya

Jenis kayu yang digunakan adalah kayu sonokeling dan maple.

Meski merupakan buatan lokal, namun jam tangan kayu Eboni memiliki kualitas internasional.

Bahkan, desainnya pun kekinian dengan konsep minimalis dan fungsional.

"Saya bikin model jamnya yang sesuai dengan tren terkini. Sekarang trennya kan minimalis, saya buat model seperti itu, yang simple dan nyaman dipakai," katanya.

Bank Mandiri Target Hasilkan Transaksi Rp 70 Miliar Selama Pameran Big Bad Wolf 2018

Bentukan jam tangan kayu Eboni milik Afidha ini berbentuk bulat dan dipadupadankan dengan kulit untuk kalepnya.

Mayoritas pengguna jam tangan kayu Eboni adalah berusia 17-45 tahun.

Akan tetapi, masih didominasi kalangan generasi muda usia 25-35 tahun.

Dirintis sejak 2016, kini usaha jam tangan kayu Eboni milik Afidha bisa menghasilkan omzet kurang lebih sekitar Rp 30 juta hingga Rp 40 juta tiap bulannya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved