Gempa Palu

Petani Pesanggaran dan Batu Hidroponik Bantu Korban Gempa Palu dengan Jualan Selada Keriting

Bumdes Mayangsari milik Desa Pesanggaran bersama Batu Hidroponik memilih beramal lewat jalur menjual sayur hidroponik lettuce (selada keriting).

Petani Pesanggaran dan Batu Hidroponik Bantu Korban Gempa Palu dengan Jualan Selada Keriting
TRIBUNJATIM.COM/SANY EKA PUTRI
Muhammad Anwar, Founder Batu Hidroponik (kiri) bersama warga Desa Pesanggrahan di Green House Desa Pesanggaran, Kecamatan Batu, Minggu (30/9). 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Bagi warga Desa Pesanggaran, Kota Batu beramal tidak hanya dengan menyisihkan penghasilan berupa uang.

Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mayangsari milik Desa Pesanggaran bersama Batu Hidroponik memilih beramal lewat jalur menjual sayur hidroponik lettuce (selada keriting) merah dan hijau, dan daun mint.

Hasil dari menjual tanaman itu nanti yang bakal disumbangkan untuk korban bencana di Palu, Sulawesi Tengah.

Muhammad Anwar, Founder Batu Hidroponik mengatakan, inisiatif ini mereka dapatkan ketika memiliki potensi pemasaran yang bagus. "Bisa kami manfaatkan untuk kebaikan," katanya.

Tanaman hidroponik yang dijual ini memiliki kualitas yang bagus, karena ditanam secara hidroponik rakit apung.

"Sistem tanaman mengapung di genangan air yang ditopang oleh styrofoam. Nah ini adalah panen kedua. Dan saat panen ini bersamaan ada bencana, sehingga kami ingin membantu yang terkena musibah di Sulawesi Tengah,” kata Anwar saat ditemui di Green House Desa Pesanggaran, Kecamatan Batu, Minggu (30/9).

Harga satu lubang sayur lettuce itu Rp 5 ribu. Saat ini ada 100 lubang yang disuguhkan dan sebagian sudah terjual, dan bakal ada sampai 600 lubang.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga untuk pembelajaran tentang tanaman hidroponik yang merupakan budidaya menanam tanpa menggunakan tanah.

"Kenapa yang dijual adalah sayur lettuce, karena memang permintaan tinggi biasanya disuguhkan dijadikan sayur dan salad. Dan sayur ini masuk pada segmen menengah atas. Kami berharap ada hati yang tergerak dari aksi kami ini," ungkapnya.

Kegiatan Bumdes Mayangsari dan Batu Hidroponik itu, kata Anwar, untuk memberdayakan ibu-ibu setempat agar  bertani kembali dengan memanfaatkan kebun lahan sempit.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Adi Sasono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved