Elpiji Meledak, 17.000 Ekor Ayam Milik Warga Blitar Terpanggang

Di saat warga Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, lagi nyenyak-nyenyaknya tidur, Jumat (19/10) dini hari atau sekitar pukul 03.00

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Yoni Iskandar
Imam Taufiq/surya
kandang ayam milik warga Blitar ludes terbakar 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Di saat warga Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, lagi nyenyak-nyenyaknya tidur, Jumat (19/10) dini hari atau sekitar pukul 03.00 WIB, digegerkan dengan suara ledakan bertubi-tubi. Bahkan, saking banyaknya suara ledakan itu, hingga membuat warga terbangun dan keluar rumah.

Begitu keluar rumah, warga baru sadar kalau suara ledakan keras yang membangunkan tidurnya itu ternyata berasal dari kandang ayam milik Samsul Ma'arif (35), warga desa setempat. Jarak kandang ayam dengan perkampungan terdekat hanya hitungan meter.

Rupanya, suara ledakan keras yang berlangsung berkali-kali itu berasal dari sekitar 40 tabung elpiji yang meledak di dalam kandang itu.

Dugaanya, salah satu dari tabung yang dibuat untuk menghangatkan suhu dalam kandang itu, regulatornya bocor (ngowos).

Polsek Mojoroto Kediri Sita 1.600 Pil Dobel L dari Seorang Pengedar


Begitu membakar kandang dan barang lainnya, satu per satu tabung itu meledak. Akibatnya, dua kandang ayam dan satu gudang buat penyimpanan pakan, ludes terbakar. Bahkan, ayam potong sebanyak 17.000 ekor, tak bisa diselamatkan dan mati terpanggang.

"Dugaan sementara, kerugian korban mencapai Rp 800 juta karena kandang dan isinya tak bisa diselamatkan," kata AKP Sapto Rahmadi, Kapolsek Kademangan pada TribunJatim.com.

Meski kerugiannya sebanyak itu, namun tak ada korban jiwa. Sebab, malam itu atau hampir setiap malam, kandang ayam yang seluas 1.920 m2 itu, tak pernah dijaga. Itu karena lokasinya dekat dengan rumah pemiliknya.

Soal asal api, menurut Sapto Rahmadi, itu diduga berasal dari salah satu tabung elpiji yang ngowos. Elpiji itu dipakai buat menyalakan kompor di saat malam hari, agar suhu dalam kandang jadi hangat.
Tujuannya, agar anak ayam yang rata-rata baru berumur sepekan itu, tak kedinginan dan sehat.

Entah tabung elpiji sebelah mana, yang ngowos itu, rupanya tersambar api, hingga menyambar barang yang ada di sekitarnya.

Baru Dikabarkan Cabut Gugatan Cerai dan Rujuk, Nikita Mirzani Unggah Momen Liburan Tanpa Dipo Latief

Seperti tumpukan sekem (kulit padi yang dikelupas), buat alas ayam agar saat tidur jadi hangat. Begitu ada api, barang-barang lainnya, seperti bambu, kardus-kardus, itu dengan mudah tersulut api.

"Karena di situ, ada puluhan tabung elpiji, akhirnya meledak semua, hingga suaranya membangunkan warga," ujarnya pada TribunJatim.com.

Meski, kejadiannya diperkirakan berlangsung pukul 03.00 WIB, namun warga dengan cepat bangunkan, dan ramai-ramai berusaha memadamkan api. Baru setelah didatanngkan dua mobil pemadam kebakaran milik. Pemkab Blitar, api berhasil dipadamkan.

"Karena jaraknya dengan perkampungan warga agak jauh, sehingga api tak sampai menjalarkan rumah warga," pungkasnya.(fiq/TribunJatim.com)

Sumber : TribunJatim.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved