Disebut Hanya Sebagai 'Alat Saja', Ma'ruf Amin: Ini Isu yang Kejam

Tudingan itu, kata Ma'ruf, bahwa Jokowi hanya 'memperalat' dirinya sebagai ulama Nahdatul Ulama (NU) untuk kepentingan Pilpres 2019.

Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIK
Maruf Amin saat menghadiri pertemuan konsolidasi dengan alim ulama se-Jawa Timur yang digelar di Hotel JW Marriot Surabaya, Minggu (7/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM - Ma'ruf Amin dibuat risih oleh tudingan yang menyinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tudingan itu, kata Ma'ruf, bahwa Jokowi hanya 'memperalat' dirinya sebagai ulama Nahdatul Ulama (NU) untuk kepentingan Pilpres 2019.

"Ada yang bilang Kiai Ma'ruf ini hanya sebagai 'alat saja', ini isu yang kejam," kata Ma'ruf di hadapan peserta halaqah di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (22/10/2018).

"Masa Rais Aam bisa jadi alat? Kebangetan itu. Jangan didengar," tambah mantan Rais Aam PBNU itu.

Perkataan Kwik Kian Gie ke Jokowi Soal Ahok yang Tak akan Lama Jadi Pemimpin: Semuanya Benar

Ma'ruf menegaskan, dirinya sudah memiliki pengalaman yang cukup dalam bidang politik.

Ia menyinggung kiprahnya di legislatif, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) hingga sebagai salah satu Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Ia juga menegaskan, Jokowi memilih dirinya atas pertimbangan yang matang.

Padahal, kata Ma'ruf, Jokowi bisa saja memilih pendamping dari kalangan lain.

"Tapi Pak Jokowi memilih saya, (dari kalangan) kiai dan santri. Berarti Jokowi mencintai ulama, mencintai santri," katanya.

Ma'ruf menegaskan, keinginannya mendampingi Jokowi bukan lagi soal kekuasaan.

Ia ingin berkontribusi lebih dengan menyiapkan landasan terbaik bagi generasi muda Indonesia ke depannya.

Ia mengatakan, keputusannya mau menjadi cawapres bisa menjadi contoh agar para santri tak berkecil hati.

"Santri bisa jadi apa saja. Bisa jadi wapres. Nah, saya ini jadi cawapres. Santri bisa jadi presiden. Buktinya, Gus Dur itu presiden. Santri bisa jadi presiden apa tidak? Bisa," katanya.

"Maka santri harus berbesar hati dan bersemangat. Siapa tahu presiden nanti dari Tasik dan sekitarnya," lanjut Ma'ruf.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved