Pengakuan Karyawan Korban Preman 'Sakram' di Surabaya: Terpaksa Keluarkan Uang karena Diminta Atasan

Lima anggota komplotan preman Sakaratul Maut (Sakram) menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi pada Senin (5/11/2018).

Pengakuan Karyawan Korban Preman 'Sakram' di Surabaya: Terpaksa Keluarkan Uang karena Diminta Atasan
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Komplotan preman 'sakram' menjalani sidang lanjutan di Ruang Garuda 2, Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (5/11/2018). 

Sampai akhirnya, ia pun mengetahui bila Syaikul terpaksa meminta uang tersebut untuk diberikan kepada seorang anggota Sakram yang mendatanginya.

"Awalnya memang tidak tahu diberikan kepada siapa, jadi langsung saya kasih, ternyata diberikan kepada orang yang datang tadi (Sadir, anggota Sakram). Waktu itu saya dengarnya hanya minta uang," sambung wanita yang bekerja sebagai staf keuangan di PT Indah Logistik tersebut.

Fitri kemudian mengaku tak tahu menahu lagi tentang kelanjutannya.

Dimintai Preman Sakram Uang Rokok, Sopir Truk di Surabaya: Saya Kasih Rokok Masih Minta Uang

Dalam pemberitaan sebelumnya, kelima anggota Sakram ditangkap usai terbukti memeras beberapa perusahan jasa antar barang atau ekspedisi.

Di antaranya adalah PT Indah Logistik yang berada di Jalan Kenjeran Surabaya.

Bahkan, aksi preman Sakram telah berlangsung lebih dari setengah dekade.

Komplotan preman Sakram itu dibentuk oleh Syarif pada 2013 silam.

Sampai kini, Syarif masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian.

Komplotan Preman Sakram Jalani Sidang di PN Surabaya, 5 Sopir Ekspedisi Jadi Saksi

Data yang dihimpun TribunJatim.com dari Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim menyebutkan, komplotan preman Sakram kerap menyasar perusahaan jasa ekspedisi atau pengiriman barang untuk diperas.

Dimana satu di antara korbannya adalah karyawan PT Indah Logistik.

Halaman
123
Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved