Rekrutmen CPNS 2018

CPNS 2018, Usulan Penurunan Passing Grade Ditolak, BKN akan Gunakan Pemeringkatan

Anom Surahno mengatakan, usulan penurunan passing grade untuk tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada CPNS 2018 ditolak.

CPNS 2018, Usulan Penurunan Passing Grade Ditolak, BKN akan Gunakan Pemeringkatan
Surya Malang
CPNS 2018 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim, Anom Surahno mengatakan, usulan penurunan passing grade untuk tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada CPNS 2018 ditolak oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sebagai gantinya, untuk mengatasi minimnya peserta CPNS 2018 yang lolos SKD, Anom Surahno mengatakan, BKN menerapkan sistem perangkingan atau pemeringkatan.

"Kita sudah usul ke BKN tapi Menpan-RB lebih condong ke sistem ranking," kata Anom Surahno, Jumat (16/11/2018).

Hanya 5,3 Persen Peserta CPNS Jatim yang Lolos, BKD Siap Usulkan Penurunan Passing Grade ke BKN

Mahkamah Agung Tunda Pengumuman Hasil SKD CPNS 2018, Pelamar Diimbau Rutin Pantau Situs Resmi MA

Sistem perangkingan tersebut akan meloloskan peserta CPNS 2018 yang memiliki peringkat tertinggi pada hasil SKD untuk kemudian ikut ke dalam tes selanjutnya, yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

"Jumlah yang diloloskan untuk ikut tes SKB ya sesuai ketentuan, yaitu tiga kali jumlah formasi. Misalnya formasi di BKD Jatim itu kan ada 3, jadi 3 kali 3 kan sembilan, ya sembilan peserta yang tertinggi itu akan melanjutkan ke SKB untuk perebutan 3 kursi," lanjutnya.

Kuota CPNS Tak Terpenuhi, Pemkab Banyuwangi Usulkan Dua Opsi untuk Peserta yang Tak Lulus SKD

Antisipasi Gejolak Harga, Pemkot Kediri Kerja Sama dengan Pemasok Telur Blitar

Kuota ASN Tak Terpenuhi Akibat Banyak Peserta Gagal Tes CPNS 2018, BKN Pertimbangkan Sistem Ranking

Namun begitu, Anom Surahno mengatakan, nilai yang diambil dalam pemeringkatan tersebut berbeda-beda tergantung formasi yang diambil.

"Apakah itu nilai TKP, TIU atau TWK yang yang menjadi prioritas, itu tergantung formasinya. Misalnya formasi disabilitas, itu yang lebih penting di nilai TWK-nya dan yang tahu ketentuan masing-masing formasinya adalah BKN," ucapnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved