7 Pengakuan Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Dendam hingga Bunuh Pakai Linggis
Haris Simamora, pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi beberkan pengakuan kepada polisi, berawal dari sakit hati hingga bunuh pakai linggis.
Mereka keluar kamar untuk melihat kondisi orang tuanya.
Namun, Haris menghalangi langkah keduanya dan meminta mereka kembali tidur.
Ia mengaku menidurkan keduanya.
Saat mulai kembali tertidur, Haris kemudian mencekik keduanya hingga tewas.
6. Kabur membawa mobil korban
Setelah membunuh keempat korban.
Haris mengalami tekanan mental, hingga akhirnya membawa kabur mobil Nissan X-Trail milik korban.
Ia mengaku membawa mobil tersebut untuk menenangkan diri.
"Setelah kejadian dia menggunakan mobil X-Trail, muter-muter," ujar Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Wahyu Hadiningrat yang dikutip dari Wartakota (grup TribunJatim.com)
Dalam mobil tersebut, polisi menemukan sejumlah ceceran darah di mobil Nissan X-Trail.
• Sehari Sebelum Terbunuh, Ibu Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Sempat Unggah Surat dari Anak
7. Tersangka sempat ke klinik untuk berobat
Di kuku Haris, ditemukan bercak hitam yang diduga noda bekas darah.
Karena luka yang ada ditelunjuk tangan, sekitar jam 5 pagi, ia pergi berobat ke klinik di dekat kos-kosannya di Cikarang.
Kepada perawat ia beralasan karena jatuh.
"HS ini ada luka di jari telunjuk tangan. Dia kemudian pada jam 5 pagi berobat ke klinik dideket kos-kosannya di Cikarang sekitar 500 meter dari kos untuk obati jari. Ditanya perawat, mengaku ke perawat jatuh," ucap Argo Yuwono melansir Tribunnews (grup TribunJatim.com).
Selepas dari klinik, diketahui Haris langsung meninggalkan mobil korban di kontrakan Ameera di Desa Mekar Mukti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul 7 Fakta Pengakuan Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Dendam hingga Bunuh Pakai Linggis