Didatangi Massa Aksi Front Nas, Kontras Surabaya: Kami Tidak Keberatan

Massa aksi Front Nasional Anti Separatis (Front Nas) mendatangi kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Surabaya.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ani Susanti
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Suasana dialog Front Nas dan perwakilan Kontras Surabaya, Kamis (6/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Massa aksi Front Nasional Anti Separatis (Front Nas) mendatangi kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Surabaya, Jalan Leksi No 45, Darmo.

Mereka datang setelah menggelar aksi pembakaran bendera di depan Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (6/12/2018).

Sekjen Federasi Kontras Surabaya, Andi Irfan, menganggap upaya ini sebagai sebuah proses demokrasi yang baik.

"Kami tidak keberatan didatangi," katanya.

Didatangi Front Nas, Kontras Surabaya Beri Klarifikasi: Cuma Fasilitasi Tempat Konferensi Pers AMP

Ia berharap, dialog semacam ini dapat diadakan sesering mungkin untuk menciptakan suasana damai dan demokratis.

"Kami berharap dialog-dialog kebangsaan diadakan terus. Dialog antar agama, suku, komunitas," ucapnya.

Dalam pernyataan sikapnya, Kontras Surabaya tidak pandang bulu pada pihak siapapun dalam konteks memberi bantuan hukum.

Selama meminta bantuan hukum pada Kontras, Andi melanjutkan, pihaknya tidak akan menolak.

"Kami beri bantuan hukum, pendampingan, advokasi kepada korban kekerasan terkait hak sipil atau politik," tandasnya.

Setelah Bakar Bendera AMP di Surabaya, Ormas Front Nas Tuntut Klarifikasi ke Kantor Kontras

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved