BBPOM Surabaya Banyak Temukan Makanan Tidak Higienis di Sekolah
Temuan jajanan pangan di sekolah yang mengandung bahan berbahaya sudah mulai berkurang. Bahkan dari temuan Balai Besar POM Surabaya jumlahnya sudah ku
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Temuan jajanan pangan di sekolah yang mengandung bahan berbahaya sudah mulai berkurang. Bahkan dari temuan Balai Besar POM Surabaya jumlahnya sudah kurang dari 10 persen.
Hanya saja saat ini banyak ditemukan jajanan yang tidak higienis.
Kepala BBPOM Surabaya, I Made Bagus Garametta mengungkapkan temuan jajananbpangan tidak higienis ini biasanya terjadi dalam penyajiannya.
"Di sekolah banyak ditemukan jajanan yang tidak ditutup dan dijual terbuka, penyajiannya juga langsung pakai tangan tidak pakai alat,"urainya usai memberikan penghargaan bintang 1 pada sejumlah sekolah di Hotel Harris, Selasa (11/12/2018).
Menurutnya sikap tidak higienis penjual jajanan akan membuat kontaminasi biologi. Misalkan adanya mikroorganisme yang mengakibatkan sakit perut ataupun diare.
• Wali Kota Surabaya Kagumi Sistem Pendidikan Yang Diterapkan Korea Utara
"Untuk itu kami terus melakukan pemeriksaan jajanan dan membina pedagang jajanan. Baik di kantin maupun pedagang keliling," urainya kepada TribunJatim.com.
Sekolah yang sudah mampu menjaga jajanan di sekolahnya mendapat penghargaan Bintang satu dari BPOM RI. Untuk tahap pertama, penghargaan ini diberikan pada sekolah yang berada di daerah sasaran.
"Kalau ada yang mau dapat piagam ini juga bis amengajukan ke kami, nanti kami bin ahingga layak mendapat Bintabg satu," ujarnya kepada TribunJatim.com.
Pemberian piagam bintang satu ini diberikan pada sekolah yang memiliki kantin. Karena kantin sekolah biasanya menjual jajanan. Sedangakn untuk sekolah yang memang juga memproduksi jajanan bisa mengajukan piagam Bintang dua.
• BREAKING NEWS - Dua Warga Probolinggo Hanyut Terbawa Banjir dan Longsor
Kepala Dinkes Jatim, Kohar Hari Santoso mengatakan makanan sehat itu yaitu makanan yang yang SAH (Sehat,Aman dan Higienies)
"Sehat dalam artian nilai Gizi bagus, Aman tanpa bahan pangan berbahaya, penyajiannya harus higienis agar tidak terkontaminasi," ujarnya kepada TribunJatim.com.
Hal ini,lanjutnya, harus diterapkan di sekolah, karena pangan akan mempengaruhi stamina dan kondisi tubuh.
"Penghargaan ini bentuk pembinaan sdm di lingkungan sekolah. Kami sudah biasa melakukan pembinaan ke berbagai tempat dan secara sampling juga dilakukan pemeriksaan berkala," ujarnya.(Sulvi Sovia/TribunJatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/beberapa-makanan-ringan-yang-berjajar-rapi-di-rak-minimarket-di-jalan-diponegoro-surabaya_20180423_153809.jpg)