Ikut Program Bayi Tabung Sejak 2017, Pasangan dari Sidoarjo Ini Lahirkan Bayi Triplet di Surabaya
Ini dirasakan Duwi Purwita Sari (32) dan Luqman Arif (33), warga Sidoarjo yang berulang kali berkonsultasi dengan dokter hingga lahir bayi kembar tiga
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Sudarma Adi
Apalagi berat lahir bayi hanya 1.400 gram, 1.500 gram dan 1.600 gram.
Dokter anak RSIA Kendangsari, dr Diana Amilia Susilo SpAK mengungkapkan selama 27 hari ketiga bayi dirawat secara intensif agar stabil.
Karena kondisi bayi prematur biasanya mengalami berbagai masalah pada organ vitalnya.
"Bayi pertama, Ameera ada masalah di pencernaan, kembung dan sempat muntah. Khawatirnya Necrotizing Entero Colitis (NEC) atau pembusukan usus karena masalah pencernaan. Akhirnya minumnya dikurangi dan penyembuhan alami. Dengan ASI juga karena ASI mengandung growth factor,"urainya.
Ia mengungkapkan upaya penstabilan ketiga bayi ini dilakukan dengan pemberian ASI eksklusif bahkan sejak awal sudah diberi colostrum.
"Yang paling terakhir, yang paling kecil justru paling cepat stabil, paling cepat minum susunya dan nyari ibunya,"urainya.
Saat ini ketiga bayi diizinkan pulang karena sudah bisa minum lewat mulut, suhu tubuhnya juga bisa menyesuaikan lingkungan, dan tanda vitalnya stabil.
"ASI ibunya bertahap naik pelan-pelan, awalnya tiap tiga jam pumping pakai tangan. Sempat nyeri dan lain-lain usai melahirkan ya kami semangati. Kami buat rileks dan sepercaya diri mungkin bisa menghasilkan ASI yang cukup ubtuk ketiga anaknya,"ujarnya.
Selanjutnya, ia mengungkapkan ketiga bayi masih harus kontrol usai 10 hari untuk memantau tumbuh kembang ketiganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bayi-triplet.jpg)