Breaking News:

ARINEE Karya Mahasiswa Departemen Teknik Kelautan ITS, Platform Eksplorasi Migas Ramah Lingkungan

Seiring perkembangan zaman, kegiatan eksplorasi sumber daya minyak dan gas bumi (migas) kian berkembang dari tahun ke tahun.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Tim yang terdiri dari Frankie Samuel, Rafly Rama, Ferrel Siahaan, dan Novita Jayanti ini membuat platform bertajuk ARINEE yang ditujukan untuk eksplorasi minyak lepas pantai atau offshore oil rig. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seiring perkembangan zaman, kegiatan eksplorasi sumber daya minyak dan gas bumi (migas) kian berkembang dari tahun ke tahun.

Baik eksplorasi yang dilakukan di darat maupun lepas pantai, untuk mengetahui potensi migas di suatu daerah.

Sedangkan eksplorasi ini memiliki permasalahan yang kompleks akibat perubahan lingkungan.

Berangkat dari hal tersebut, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memberikan ide tentang rancangan platform pengeboran untuk eksplorasi migas yang efisien dan ramah lingkungan.

Tim yang terdiri dari Frankie Samuel, Rafly Rama, Ferrel Siahaan, dan Novita Jayanti ini membuat platform bertajuk ARINEE yang ditujukan untuk eksplorasi minyak lepas pantai atau offshore oil rig.

Ide ini berangkat dari tantangan studi kasus perancangan platform untuk eksplorasi lapangan minyak baru di Gumusut-Kakap, Malaysia.

Ampas Tebu Pencegah Bahaya Merkuri Mahasiswa ITS Surabaya Raih Juara Pertama LKTIN Cosmos di Undip

Kendala utama dalam studi kasus di antaranya, kadar karbondioksida yang berlebih, ditambah lapangan yang terletak di kedalaman laut berpotensi memicu timbulnya karat.

“Karbondioksida yang tinggi bisa mengakibatkan perkaratan yang cepat terhadap peralatan untuk menambang migas di bawah air,” tutur ketua tim Frankie, (6/1/2019).

Frankie menjelaskan, terdapat lima sistem utama dalam platform tersebut.

Kelima sistem tersebut di antaranya adalah sistem tenaga, sistem pengangkatan, sistem pemutar, sistem sirkulasi, dan sistem pencegah semburan liar.

Mahasiswa ITS Surabaya Manfaatkan Ampas Tebu untuk Cegah Bahaya Merkuri

“Platform ini berfungsi untuk mengidentifikasi apakah reservoir yang dituju dapat membawa keuntungan secara ekonomis untuk diolah atau tidak,” paparnya.

Pada sistem tenaga, lanjut Frankie, platform ini menggunakan Natural Gas Engine yang ramah lingkungan, serta mampu memanfaatkan gas yang terdapat di sekitar lapangan sebagai sumber energi.

Di samping ekonomis, sistem tenaga ini sekaligus mengurangi kadar karbondioksida di sekitar mesin sebagai elemen pemicu terjadinya karat.

“Platform ini bisa mengurangi kadar emisi karbondioksida hingga 159.127 pon per hari,” tandas mahasiswa Departemen Teknik Kelautan ITS itu.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved