Jalan Gubeng Surabaya Ambles

Pasca Pengurukan, Begini Kondisi Elevasi Tanah Sekitar Galian Basement di Jalan Gubeng Surabaya

Pasca pengurukan, kondisi elevasi (ketinggian) tanah sekitar galian basement di Jalan Gubeng, Surabaya kembali ke elevasi semula.

Pasca Pengurukan, Begini Kondisi Elevasi Tanah Sekitar Galian Basement di Jalan Gubeng Surabaya
Humas Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Gubeng
Kondisi galian yang sudah 75 persen diuruk kembali 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasca pengurukan, kondisi elevasi (ketinggian) tanah sekitar galian basement di Jalan Gubeng, Surabaya kembali ke elevasi semula.

Hal ini disampaikan Wahyu P Kuswanda, Humas Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Raya Gubeng Surabaya.

Wahyu menjelaskan, Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Raya Gubeng Surabaya telah melakukan kegiatan penelitian pemetaan elevasi air tanah di sekitar kelongsoran Jalan Raya Gubeng Surabaya.

Pemetaan elevasi air tanah dilaksanakan tanggal 28 Desember 2018 sampai dengan tanggal 12 Januari 2019.

Ada beberapa tujuan, pertama untuk mengetahui kondisi elevasi air tanah disekitar lokasi kelongsoran Jalan Raya Gubeng.

Kembangkan Penyidikan Kasus Jalan Gubeng Surabaya Ambles, Kejati Jatim Siapkan Jaksa Peneliti

Kedua, mengetahui besar perubahan elevasi air tanah yang diakibatkan oleh proses dewatering, dan ketiga mengetahui sebaran zona-zona lapisan air tanah yang tersaturasi air di dekat permukaan.

"Kegiatan penelitian pemetaan elevasi air tanah di sekitar kelongsoran Jalan Raya Gubeng, dilakukan pada radius 600 meter," jelas Wahyu, saat menjawab pertanyaan Surya.co.id (TribunJatim Grup), Selasa (15/1/2019).

Dari hasil kegiatan penelitian pemetaan elevasi air tanah di sekitar kelongsoran pada radius 600 meter, tim mitigasi merumuskan tiga poin.

Pertama, penurunan elevasi air tanah pada lokasi galian basement yang mengalami kelongsoran dapat diidentifikasi dari elevasi air tanah hasil intepretasi data geolistrik.

Kedua, kondisi elevasi air tanah pada lokasi galian basement yang mengalami kelongsoran relatif sudah menuju normal.

Ketiga, area yang terdampak oleh adanya pekerjaan galian basement kurang lebih sejauh 150 meter dari lokasi galian basement.

"Berdasarkan kesimpulan dinyatakan saat ini kondisi elevasi air tanah pada area radius sejauh 150 meter dari lokasi galian basement, telah kembali ke elevasi semula. Pada area radius tersebut sudah tidak ada lagi potensi deformasi tanah yang berpotensi merusak bangunan di atasnya," jelas Wahyu.

Stabilitas tanah pada area terdampak pekerjaan galian basement di Jalan Raya Gubeng, akan semakin cepat menuju normal. Jika pekerjaan penimbunan kembali galian basement, yang saat ini telah mencapai kemajuan sekitar 75% dikerjakan.

Wahyu menyampaikan saat ini masih ada lubang lima kali lima meter yang masih belum diuruk. Lubang itu rencananya masih digunakan untuk penggalian barang bukti.

"Sebelum lahan tersebut ditimbun kembali, maka secara teknis pekerjaan rekonstruksi saluran drainase kota dan trotoar sisi barat Jalan Raya Gubeng Surabaya belum dapat dimulai pengerjaannya," tutupnya. Pipit Maulidiya

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved