Rumah Politik Jatim
Pengamat Terorisme Minta Siapapun Presidennya Harus Fokus Deideologisasi Teroris Sejak Dini
Siapapun presidennya yang akan menduduki kursi tertinggi di Indonesia, perlu segera diadakan instrumen negara untuk menanggulangi terorisme.
Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Januar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Siapapun presidennya yang akan menduduki kursi tertinggi di Indonesia, perlu segera diadakan instrumen negara untuk menanggulangi terorisme.
Pengamat Teroris dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya, Akhmad Muzakki menjelaskan, instrumen tersebut perlu dilakukan dalam jangka pendek, selain untuk mencegah juga untuk mengembalikan ideologi negara dan paham terorisme bisa ditekan.
"Instrumen negara sudah disediakan pencegahan sampai penanganan dan pengembalian ideologi negara," ujar Akhmad Muzakki kepada TribunJatim.com, Kamis (17/1/2019).
Selain itu, Muzakki menambahkan, keadaan yang mendesak saat ini adalah mengenai instrumen negara untuk kalangan Millenial dan generasi Z.
• Debat Pilpres 2019, Pengamat Teroris: Fokus Deradikalisasi dan Deideologisasi Lebih Menarik
"Sekarang yang mendesak mencoba untuk instrumen negara untuk Millenial dan generasi z, karena mereka tidak mengalami susahnya negeri ini, maka cara mereka memahami negara pasti berbeda dengan semasa orang tuanya, mereka kalau tidak disadarkan, maka menjadi sasaran empuk bagi terorisme," bebernya.
Hal tersebut karena, informasi yang tidak bisa dibendung oleh negara, menjadi fasilitas bagi para terorisme untuk menyebarkan paham radikal, sekaligus menjadikan role model.
"Oleh karena itu, deideologisasi harus dilakukan sejak dini," pungkasnya.