Caleg PPP Dwi Astutiek Dukung Program Khofifah-Emil Millenial Job Center Diterapkan di Surabaya

Caleg DPRD Jawa Timur dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dwi Astutiek yakin implementasi Nawa Bhakti Satya, program Khofifah Indar Parawansa - Em

Caleg PPP Dwi Astutiek Dukung Program Khofifah-Emil Millenial Job Center Diterapkan di Surabaya
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Caleg DPRD Jawa Timur dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dwi Astutiek bersama Wakil Gubernur Jawa Timut terpilih Emil Elestianto Dardak. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Caleg DPRD Jawa Timur dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dwi Astutiek yakin implementasi Nawa Bhakti Satya, program Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak dalam memimpin Jawa Timur tahun 2019-2024 bakal menyelesaikan masalah khususnya di bidang pendidikan.

Caleg dapil Kota Surabaya dengan nomor urut 1 ini mengatakan selama turun ke masyarakat banyak masalah pendidikan yang ia temui.

Surabaya yang katanya kota metropolitan kedua tapi nyatanya masih menyisahkan persoalan pengangguran yang cukup tinggi.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per April 2018 mencapai level 6,12 persen. Sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja 66,98 persen.

"Untuk masalah ini bu Khofifah dan pak Emil sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih telah menyiapkan solusinya yakni terdapat dalam program Jatim Kerja. Didalamnya menyebutkan istilah Millenial Job Cantre (MJC). MJC dipandang sangat tepat sebagai jawaban atas persoalan pengangguran terutama di kota Surabaya," tegas Dwi kepada Tribunjatim.com, Sabtu (19/1/2019).

Fakta Baru Pria Magetan Tusuk Istri hingga Tewas, Lanjar Sempat Minta Sang Mertua Ganti Membunuhnya

5 Kabar Soal Pernikahan Ahok Setelah Bebas: Saksi Nikah, Lokasi hingga Sosok Calon Istri

Hotman Paris Ungkap Barang Termahal yang Pernah Dibelinya, Sampai Sogok Peserta Lelang Ratusan Juta

Khususnya jumlah pengangguran Surabaya terbanyak di usia millenial yakni lulusan SMK atau bahkan S1. Diketahui karena tingkat persaingan kerja yang ketat.

Selain itu bahwa karakter usia millenial adalah usia muda kreatif yang selalu mencari kerja inovatif sehingga pekerjaan yang diinginkan tidak bersifat lama atau tahunan hanya bersifat proyek paling lama berjalan dua tahun selanjutnya ganti pekerjaan lain yang lebih inovatif.

Pekerjaan jangka pendek ini seperti desainer, fotografer, even organizer dll sejenisnya yakni pekerjaan yg berpindah-pindah dan bisa dilakukan dimana saja. Hal ini yg pada akhirnya akan di fasilitasi oleh pemerintah melalui program MJC.

"Juga berdasarkan hasil penelitian ternyata jumlah pengangguran rata-rata mengalami ketidakcocokan antara studi yang ditekuni dengang penawaran pekerjaan yang ada sehingga hal ini dibutuhkan fasilitas layanan MJC yakni penyiapan mentor profesional yg akan membantu menyiapkan skill yang laku tawar atau layak jual (SDM yang siap pakai)," katanya kepada Tribunjatim.com.

Layanan tutor gratis dengan model konsep dedikasi dari kalangan profesional untuk generasi penerus. Mentor profesional akan memantau, membimbing dan suatu saat akan ditetapkan billing rate yang rendah. "Jadi nggak selamanya gratis," katanya.

MJC ini disiapkan di lima Bakorwil di Jawa Timur jadi satu dengan layanan Communal Branding dan juga layanan Informasi Super Koridor yakni akses pelayanan informasi sistem centre. Jadi program MJC berarti mengajak anak muda menciptakan pekerjaan nya sendiri.

"Formula ini sangat cocok jika ditawarkan pada kaum Millenial pencari kerja di Surabaya. Sepertinya karakter arek Suroboyo dengan formula MJC sangat pas dan kongkrit. Semoga ini bisa mengatasi persoalan pengangguran di Surabaya," pungkas Dwi. (Fatimatuz zahroh/TribunJatim.com).

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved