500 Madrasah Aliyah di Jawa Timur Dilaporkan Tak Bisa Akses PDSS

Tercatat, ada 500 Madrasah Aliyah (MA) di Jawa Timur tahun 2018/2019 yang tidak aktif PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa).

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Anugrah Fitra Nurani
SURYA/SYLVIANITA WIDYAWATI
Tampak depan MA Daruttauhid Kota Malang di Jl Sunan Ampel, Selasa (22/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tercatat, ada 500 Madrasah Aliyah (MA) di Jawa Timur tahun 2018/2019 yang tidak aktif PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa).

Mereka pun tidak bisa memanfaatkan PDSS untuk mendaftar SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

Mengingat syarat mendaftar SNMPTN harus mengisi PDSS berisi data rapor siswa kelas 12 mulai semester 1-5.

MA Darruttauhid yang berada di Jl Sunan Ampel Kota Malang menjadi satu di antaranya.

(Kepala Bappeko Surabaya dan Bappeda Akan Paparkan Potensi Daerah pada Workshop LPPM Ubaya Rabu Besok)

(Ubaya Gelar Workshop Sinergi Perguruan Pemberdayaan Masyarakat, Datangkan Pemateri Kemenristekdikti)

"Sudah tiga tahun ini kami tidak bisa mengakses PDSS," aku Satibi, Kepala TU MA Daruttauhid pada suryamalang.com, Selasa (22/1/2019).

Dalam wawancara itu juga ada Kepala MA, Fathur Rochman.

Dari daftar itu ada empat MA di Kota Malang. Sisanya ada beberapa di Kabupaten Malang dan daerah-daerah lain di Jawa Timur.

Di dalam daftar sekolah non aktif di PDSS itu, nama kepala sekolah MA Daruttauhid masih tercatat M Farid. Dia adalah kepala sekolah periode 2012-2013.

Menurut Satibi, ia sudah berusaha mencoba daftar PDSS tapi tidak bisa masuk.

Saat bertanya, jawabannya diminta mengecek ke email atau memasukkan lagi SK kasek yang didaftarkan saat dulu di PDSS.

(TKD Jokowi-Maruf Amin Targetkan Kemenangan 70 Persen di Trenggalek)

(Diduga Dukung Caleg DPRD dan DPR-RI, Kades di Madiun Diperiksa Bawaslu)

Satibi mengaku sudah menanyakan ke kasek-kasek terdahulu mengenai itu. Mereka juga tidak tahu email yang mana.

Mantan kasek justru merasa belum pernah mendaftarkan sekolahnya ke PDSS. Sementara nama sekolah itu kini disebut sekolah tidak aktif.

Padahal, MA Daruttauhid selalu mendapat undangan sosialisasi SNMPTN, dari Universitas Brawijaya.

"Kami ingin akses ke PDSS bisa diaktifkan lagi buat sekolah kami. Ini akan membantu siswa kami," tambah kasek.

Untuk sementara, sekolah hanya bisa menyarankan siswa ikut SBMPTN atau mandiri jika ingin meneruskan kuliah.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved