Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Tanggapi Abu Bakar Baasyir Bebas, Ali Fauzi : Pembebasan Ini Karena Rasa Kemanusiaan

Tanggapi Abu Bakar Baasyir Bebas, Ali Fauzi : Pembebasan Ini Karena Rasa Kemanusiaan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Sudarma Adi
SURYA/PIPIT MAULIDIYA
Ali Fauzi mantan napi teroris, usai saat menjadi narasumber di Short Course Penguatan Prespektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media, oleh Aliansi Indonesia Damai (AIDA) di Surabaya, Rabu (11/7/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Pembebasan tanpa syarat apapun terhadap terpidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir yang diberikan Presiden Joko Widodo menjadi perhatian semua kalangan warga Indonesia.

Ada yang menguraikan positif ada juga yang negatif.

Ada yang menafsirkannya dengan barometer politik, ada yang menilainya sebagai suatu hal yang wajar jika menilik usia Abu Bakar Ba'asyir (ABB) yang sudah menginjak usia senja, 81 tahun.

Anak Abu Bakar Baasyir Berharap Ayahnya Dibebaskan Sesuai Keputusan Awal Jokowi

TribunJatim.com mencoba mencari tahu pendapat mantan pentolan Jamaah Islamiyah (JI), adik Trio Bomber Bali, Ali Fauzi, alias Manzi, Selasa (22/01/2019) siang.

Pendapat Manzi terkait pro kontra pembebasaan Abu Bakar Baasyir oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Menurutnya, munculnya pro kontra soal pembebasan ABB dinilanya sangat wajar.

Sebab di antara warga bangsa ini menggunakan beberapa parameter.

Tanggapi Abu Bakar Baasyir Bebas, Sandiaga Uno: Kami Pastikan Hukum di Indonesia Tidak Tebang Pilih

Bagi Ali Fauzi, dibebaskannya ABB oleh Joko Widodo dinilai tidak hubungannya dengan persoalan politik.

Jokowi yang diberi kepercayaan memimpin negara ini memanfaatkannya untuk membantu ABB dengan membebaskannya.

"Pendapat saya itu sangat baik," kata Ali Fauzi.

Ia meyakini, kebijakan yang diambil Jokowi membebaskan terpidana teroris 15 tahun ini, bukan kebijakan yang diputuskan secara dadakan.

Tapi sudah melalui pertimbangan dan analisis sejak lama.

Ada rasa kemanusiaan yang dikedepankan Jokowi dalam mengambil keputusan soal ABB.

"Mungkin karena usianya yang sudah sangat sepuh, 81 tahun," kata Ali Fauzi.

Presiden Jokowi juga tidak menginginkan ABB sampai meninggal dunia dalam penjara.

Jika sampai ABB meninggal dalam masa menjalani hukuman dalam usia begitu tua, tentua kekhawatiran akan ada penilaian dholim terhadap presiden.

ABB sudah sakit - sakitan, dan dikhawatirkan akan bertambah parah penyakit yang diderita ABB.

Ada pendapat pembebasan ABB ini hanya untuk kepentingan elektabilitas ? "Tidak menyangkut elektabilitas," tandasnya.

Para pengikut ABB, menurutnya, tidak begitu mudah untuk bisa menerima soal demokrasi di Indonesia.

Mereka itu belum mengakui demokrasi Indonesia.

Bahkan di antara mereka, kata Ali Fauzi, banyak yang masih tidak mencoblos.

"Pembebasan ABB ini karena rasa kemanusiaan. Sebab ada resistensi bisa meninggal dalam penjara karena kondisi kesehatannya," katanya.

Mantan Instruktur perakitan bom ini menambahkan, pihaknya juga sama sekali tidak meyakini bahwa pengikut ABB dinilai akan membuat keonaran pada pelaksanaan Pemilu 2019.

Sel-sel yang bergerak itu bukan sel ABB, tapi di luar ABB.

Analisisnya itu didasarkan pada kenyataan, bahwa menurutnya, selama 8 tahun lebih para militansi ABB tidak bermain dalam negeri.

"Sejak 2012 hingga 2018 adalah sel lain. Bukan sel ABB," tandasnya.

Termasuk ada MIT, MIB hingga JAD.

Tapi masyarakat salah, karena aksi teror itu masih dikaitkan dengan sel Abu Bakar Baasyir.

"Padahal tidak," katanya.

Karena ciri - ciri teroris seperti yang Ali Fauzi fahami gerakannya itu silent dan selalu surprise.

Peran Yusril Ihza Mahendra, itu sangat baik.

Ia sepakat dengan apa yang berulangkali disampaikan Yusril, bahwa pembebasan ABB semata berdasar kemanusiaan.

Melalui komunikasi yang dibangun Yusril serta pertimbangan hukum yang puncaknya Jokowi mengambil keputusan yang sangat tepat.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved