Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Gagas Ide Atasi Banjir Sungai Citarum, Mahasiswa Teknik Pengairan UB Sabet Juara 1

Tim Witter-64 Universitas Brawijaya Malang meraih juara 1 Design Innovation Project 2018 di ITB pada 17 – 19 Januari 2019.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Istimewa
Tiga mahasiswa Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang meraih kemenangan di ITB 

TRIBUNJATIM.COM - Tim Witter-64 Universitas Brawijaya Malang meraih juara 1 Design Innovation Project 2018 di ITB pada 17 – 19 Januari 2019.

Penyelenggaranya adalah Himpunan Mahasiswa Sumber Daya Air (Himasda), ITB.

Yang membuat tim ini juara adalah ide mengatasi banjir Sungai Citarum.

Tim ini beranggotakan Gatot Iman S, Irma Yunita dan Dhiya Ulhaq A. Mereka mahasiswa Teknik Pengairan angkatan 2015.

(Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Sebut Masterplan Penanganan Banjir Belum Terealisasi Maksimal)

(Cek Kondisi Kesehatanmu Saat ini dengan 5 Tes Sederhana Berikut, Masalah Hormon hingga Diabetes!)

Dalam rilis yang diterima suryamalang.com, tema yang diusung yakni pengendalian banjir terpadu dalam mencapai visi pembangunan nasional Di daerah aliran Sungai Citarum.

Khususnya daerah Daeyeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Lima finalisnya adalah Universitas Jember, Universitas Gajah Mada, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Brawijaya.

"Dari permasalah sungai Citarum kami analisa mengapa sering banjir," jelas Gatot.

Mereka menemukan adanya sedimentasi akibat erosi lahan, limbah cair dan limbah sampah. Hal inilah yang menyebabkan pendangkalan Sungai Citarum.

“Ide kami cukup sederhana yakni dengan menggunakan dua perencanaan yaitu perencanaan struktural dan non-struktural,” paparnya.

(Gisella Anastasia Resmi Cerai, Ini Kalimat Pertamanya Setelah Tak Lagi Menjadi Nyonya Gading Marten)

(Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Sebut Masterplan Penanganan Banjir Belum Terealisasi Maksimal)

Perencanaan struktural yang dimaksud yaitu dengan normalisasi atau pengerukan sedimen di dasar sungai.

Dengan begitu bisa menambah kapasitasnya dengan melebarkan penampang sungai.

Sedang untuk memaksimalkan normalisasi, digunakannya konsep green barrier atau sering disebut penghijauan di sempadan sungai.

Caranya dengan menggunakan pohon Rasamala yang dapat mengurangi limpasan air permukaan dan dapat mengurangi erosi.

Kemudian terdapat perencanan IPAL untuk mengurangi pencemaran limbah domestik rumah tangga.

Sedangkan perencanaan non-struktural berkaitan dengan pembuatan regulasi, edukasi masyarakat, dan adanya penunjang struktural seperti relokasi dan revitalisasi.

Ia berharap, kemenangan timnya bisa membuat mahasiswa termotivasi dalam mengembangkan diri dan meraih prestasi.

Reporter: Surya/Sylvianita Widyawati

(Para Caleg Lamongan Berlomba Pasang Peraga Kampanye di Pohon, Bawaslu Razia 500 Lembar APK)

(Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Sebut Masterplan Penanganan Banjir Belum Terealisasi Maksimal)

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved